Startup lokal antusias bertemu investor Silicon Valley
Merdeka.com - Sekitar 250 perusahaan rintisan alias startup lokal terpilih mendapat kesempatan dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bertemu dengan investor di Global Ventures Summit (GVS).
Acara ini berlangsung di Jakarta hingga Sabtu (28/4). Mereka pun tampak antusias mendapat kesempatan istimewa ini.
GVS 2018 mengusung tema "Empowering Scalable Technologies in High Growth Markets", yang digagas oleh Parkpine Capital. Tujuannya, menghubungkan startup potensial dengan investor pilihan dari Silicon Valley, Amerika Serikat.
Ahmed Shabana, Founder Parkpine Capital sekaligus Managing Director GVS, menjelaskan lebih dari 100 modal ventura dan 200 investor berpartisipasi di empat kota yang disinggahi, yaitu Meksiko, Los Angeles, Dubai, dan Jakarta. Beberapa investor yang hadir, antara lain Lo Toney (Google Ventures), Joshua Slayton (AngelList), dan Jay Eum (TransLink Capital).
"Kami melihat Indonesia memiliki potensi besar sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara. Kami juga melihat potensi besar, banyak startup lokal tumbuh dan berkembang di sini," ujar Ahmed Shabana, yang dijumpai di arena GVS 2018, Jumat (27/4).
Hal menarik lainnya, artis Hollywoood sekaligus Co-founder Parkpine Capital Billy Zane ikut memberikan sharing session dalam Global Ventures Summit 2018 di Jakarta.
Hari Santosa Sungkari, Deputi bidang Infrastruktur Bekraf, sebelumnya menyatakan pemerintah terus mendorong agar startup lokal di Indonesia berkembang. Untuk itu, pihaknya memberikan kesempatan kepada mereka yang terpilih mengikuti sharing dengan para pembicara internasional yang terdiri dari inkubator, accelerator, mentor, partner dan investor di GVS.
"Acara ini merupakan kesempatan bagi para startup bertukar pikiran dan berjejaring. Kami senang dengan antusiasme besar para peserta dalam kegiatan ini," ujarnya.
Dia mengungkapkan sebagai lembaga pemerintah Bekraf bertugas membangun ekosistem startup Indonesia. Artinya, sebanyak mungkin menghadirkan dan membukakan jalan kolaborasi bagi 'stakeholder' startup yang terdiri dari talenta, kekayaan intelektual, mentor, inkubator bisnis, accelerator, Investor dan pasar.
Hingga tahun lalu, Indonesia mempunyai empat unicorn (startup yang evaluasinya di atas US$ 1 miliar,dari jenis startup e-commerce, on-demand service, dan fintech. Untuk tahun ini, jenis startup baru adalah logistic, digital enabler, talent scouting, dan agriculture beserta penggunaan teknologi IOT, blockchain dan Artificial Intellegence. (mdk/ara)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya