Smartfren Klarifikasi Soal Pekerja Asing Terjaring Razia

Kamis, 29 November 2018 18:22 Reporter : Fauzan Jamaludin
Smartfren Klarifikasi Soal Pekerja Asing Terjaring Razia ilustrasi karyawan. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Kzenon

Merdeka.com - 25 pekerja asing digiring ke kantor imigrasi wilayah Tangerang. Mayoritas pekerja asing itu berasal dari China dan India. Mereka bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi yang berkantor di Tangerang Selatan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, perusahaan telekomunikasi yang berkantor di wilayah itu adalah Smartfren.

Terkait dengan itu, Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys, mengklarifikasi terkait dengan informasi tersebut. Menurutnya, Tenaga Kerja Asing (TKA) yang terciduk tak bisa menunjukan kelengkapan dokumen, bukanlah karyawan Smartfren. Mereka adalah pekerja dari vendor yang bekerja sesuai kontrak dengan Smartfren.

"Beberapa orang petugas Kantor Imigrasi Tangerang datang ke Kantor Teknik Smartfren di BSD untuk melakukan razia rutin atas kelengkapan dokumen TKA yang sedang bekerja di area Kantor Teknik Smartfren. Dan beberapa orang tidak dapat menunjukkan dokumen-dokumen yang diminta,"jelasnya kepada Merdeka.com melalui pesan singkat, Kamis (29/11).

"Di Kantor Teknik Smartfren, selain karyawan Smartfren juga terdapat pekerja-pekerja dari kontraktor luar negeri Smartfren yang bekerja untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak mereka dengan Smartfren," tambah dia.

Smartfren sendiri, lanjut Merza, menegaskan bahwa perusahaan asing yang bekerja untuk perusahaan milik Sinar Mas Group ini, wajib memenuhi peraturan terkait tenaga kerja asing bila mereka memperkerjakan pekerja asing di wilayah Indonesia.

"Bahkan Smartfren secara reguler selalu mengirimkan surat peringatan agar klausal tersebut dipenuhi setiap saat," ungkapnya.

Dikatakannya, kejadian hari ini, pihaknya meminta kepada kontraktor-kontraktor Smartfren untuk selalu memenuhi semua aturan terkait ijin tenaga kerja asing di indonesia.

Sayangnya, Merza enggan menyebutkan rekanan vendor telekomunikasi yang bekerja sama dengan pihaknya. Ia mengatakan tidak dalam posisi menjelaskan hal itu.

"Ada kontraktor-kontraktor kita. Saya tidak pada posisi untuk menjelaskan itu soalnya, mungkin bisa nanya ke mereka," jelas dia. [faz]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Smartfren
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini