Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sains Ungkap Alasan Anak Lebih Cepat Belajar Dibanding Orang Dewasa

Sains Ungkap Alasan Anak Lebih Cepat Belajar Dibanding Orang Dewasa Ilustrasi anak. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/YanLev

Merdeka.com - Seringkali dikatakan bahwa usia anak-anak mampu belajar lebih cepat dibanding dengan usia orang dewasa. Banyak anak-anak yang mudah mempelajari bahasa sejak usianya masih sedini mungkin. Sedangkan bagi orang dewasa, untuk mempelajari satu bahasa baru membutuhkan waktu yang cukup lama bahkan hingga bertahun-tahun. Mengapa demikian?

Debbie Ravenscroft, seorang ilmuwan asal University of Chester mengatakan bahwa anak-anak seperti spons yang memiliki magic untuk mempelajari hal baru dengan lebih cepat dibanding dengan orang dewasa.

"Perkembangan kognitif seorang anak erat hubungannya dengan usia. Anak dengan usia yang lebih muda tentu tertinggal dibanding dengan kawan sebayanya yang lebih tua. Namun terkadang menjadi lebih muda ada untungnya," katanya dikutip dari LiveScience, Rabu (1/3).

Keuntungan yang dimaksud Ravenscroft adalah neuroplastisitas, atau kemampuan otak untuk membentuk dan mengubah koneksi jalurnya berdasarkan pengalaman. Neuroplastisitas memampukan anak untuk mempelajari kebiasaan, rutinitas, hingga tindakan dengan waktu yang cukup singkat.

Kemampuan ini berkembang dengan pesat sebelum anak menginjak usia lima tahun. Ravenscroft juga mengatakan bahwa bahasa merupakan bidang keunggulan anak-anak.

"Bayi dapat mendengarkan ritme dan suara bahasa ibu mereka, inilah alasan mereka bisa menjadi penutur bahasa yang fasih di usia empat tahun," jelas dia.

Kemampuan ini yang membantu anak kecil mampu belajar bahasa kedua atau ketiga dengan lebih mudah, terang Ravenscroft. Lalu bagaimana dengan keterampilan diluar bahasa? Mampukah anak-anak belajar sedemikian cepat juga?

Studi pada jurnal Current Biology tahun 2022 mengungkap bahwa asam gamma-aminobutyric (GABA) atau sistem yang membawa pesan ke otak lebih cepat pada usia anak-anak sedangkan “konsentrasi GABA pada orang dewasa tidak berubah,” tulis para peneliti.

Temuan ini menunjukkan bahwa otak anak-anak merespon lebih cepat dan efisien terhadap pembelajaran baru. Anak-anak mampu belajar dengan cepat apabila didukung dengan lingkungan dan pengalaman yang baik.

"Waktu terbaik untuk belajar adalah sedini mungkin dan tentunya didukung oleh orang dewasa yang membentuk lingkungan serta pengalaman mereka," ungkap Ravenscroft.

Momen krusial untuk anak terus belajar adalah sebelum anak menginjak usia lima tahun. Otak akan lebih sibuk selama lima tahun di awal kelahiran karena anak terus belajar dan mencari cara terbaik untuk memahami situasi. Lingkungan yang mendorong kecepatan belajar anak akan membantu anak untuk mengeksplor dan terlibat dalam pembelajaran aktif yang lebih beragam.

Reporter magang: Safira Tiur Margaretha (mdk/faz)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP