Rendahnya literasi digital jadi penyebab penyebaran berita hoax

Selasa, 10 Januari 2017 11:21 Reporter : Fauzan Jamaludin
Rendahnya literasi digital jadi penyebab penyebaran berita hoax MASTEL dan APJII. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa internet Indonesia (APJII) memandang munculnya fenomena penyebaran berita hoax lantaran masih rendahnya literasi informasi digital masyarakat negeri melalui internet. Maka, kedua asosiasi tersebut bekerja sama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) untuk melakukan literasi informasi digital bagi masyarakat.

Mastel sendiri, sangat mendukung pengembangan aplikasi yang dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat untuk menguji kesahihan suatu berita. Dukungan ini termasuk dengan pengembangan aplikasi mobile Mastel menjadi aplikasi yang terintegrasi dengan aplikasi data.turnbackhoax.id. Selanjutnya, upaya responsif ini perlu diimbangi dengan peningkatan literasi agar hoax tak lagi mendapat tempat di tengah masyarakat.

"Langkah awal turn back hoax sudah bagus, berikutnya perlu menyentuh sumber persoalannya yaitu literasi baca yang rendah sebagai akibat dari edukasi yang rendah, dengan cara memberikan tambahan pengetahuan dan peningkatan pendidikan di Indonesia", jelas Ketua Umum Mastel Kristiono dalam keterangan resminya yang disampaikan di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Senin (10/1).

Sementara, Sekjen APJII Henri Kasyfi Soemartono menyampaikan posisi APJII sebagai asosiasi yang mewadahi seluruh penyelenggara jasa internet yang tersebar di seluruh Indonesia, akan turut ambil bagian dalam berbagai proses yang memastikan bahwa Internet kita adalah Internet yang bersih, selektif dan aman. Salah satunya adalah melalui edukasi kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan anggota APJII di daerah.

"Termasuk salah satunya dengan bantuan dari Duta Internet APJII atau lebih dikenal dengan sebutan Miss Internet", ungkap Henri.

Sebagai penyelenggara Indonesia Internet Exchange di belasan provinsi, APJII juga memiliki kemampuan untuk lebih banyak berkontribusi dengan menyediakan berbagai sistem serta aplikasi untuk terus mengurangi konten negatif Internet di masyarakat. Dalam waktu dekat, APJII akan segera meluncurkan Dashboard Internet BERSAMA (Bersih, Selektif dan Aman) sehingga seluruh elemen pemerintah dan masyarakat dapat memberikan masukan tentang konten negative yang nantinya masukan tersebut akan langsung masuk ke dashboard instansi pemerintah yang berwenang untuk kemudian dilakukan pemblokiran jika diperlukan.

Harapan MASTEL dan APJII, gerakan turn back hoax dapat berjalan secara kontinu dan menjadi inisiatif yang melibatkan seluruh elemen Masyarakat Indonesia, tanpa kecuali. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Berita Hoax
  2. APJII
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini