Ditemukan Mumi Seorang Remaja yang sedang Hamil dengan Kepala Bayi yang Terputus, Begini Kisahnya

Fakta mengejutkan ditemukan dalam penelitian terhadap mumi seorang perempuan yang meninggal saat melahirkan di Mesir Kuno.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Ditemukan Mumi Seorang Remaja yang sedang Hamil dengan Kepala Bayi yang Terputus, Begini Kisahnya
Ditemukan Mumi Seorang Remaja yang sedang Hamil dengan Kepala Bayi yang Terputus, Begini Kisahnya (© Pixabay/DenisDoukhan)

Fakta mengejutkan ditemukan dalam penelitian terhadap mumi seorang perempuan yang meninggal saat melahirkan di Mesir Kuno

Awalnya, mumi remaja yang diperkirakan berusia 14 sampai 17 tahun ini ditemukan pada tahun 1908 di pemakaman El Bagawat di Oase Kharga Mesir. 

Dok. Istimewa
© Pixabay/Alexandra_Koch

Melansir laporan IFLScience, Kamis (28/12), saat penemuan pertama kali ditemukan janin dan plasenta di antara kakinya yang mengarah pada kesimpulan bahwa kematiannya terkait dengan komplikasi persalinan.

Dok. Istimewa
© Pixabay/falco

Lebih dari seratus tahun kemudian, melalui pemindaian tomografi komputer (CT) pada tubuhnya, para peneliti secara mengejutkan menemukan keberadaan bayi kedua di dalam rongga dada gadis remaja. Ini menandakan kehamilan anak kembar yang tidak terdeteksi sebelumnya.

Tidak sampai di sana, kejutan lainnya berlanjut saat para peneliti menemukan bahwa bayi yang terletak di antara kaki gadis tersebut kehilangan kepalanya.

Setelah pemeriksaan lebih lanjut, mereka menyadari bahwa kepala bayi itu masih terjepit di panggul ibunya. Ini menunjukkan kemungkinan terpenggalnya kepala bayi saat proses kelahiran.

Dok. Istimewa
© Pixabay/esudroff

Diperkirakan, hasil mengerikan ini disebabkan oleh kelahiran dalam posisi sungsang atau kaki terlebih dahulu. Dalam beberapa kasus langka, keadaan ini kadang-kadang membuat bayi melepaskan kepala dari dadanya dan sulit melewati saluran lahir.

Dok. Istimewa
© Pexels/Miguel Á. Padriñán

Para peneliti menyimpulkan bahwa kepala bayi yang terperangkap di saluran lahir karena presentasi sungsang janin selama kelahiran adalah penyebab kematian gadis remaja tersebut. Sementara, keberadaan bayi kedua di rongga dada mumi diduga disebabkan oleh ketidaktahuan pengawet akan keberadaan bayi tersebut. 

Hal ini menyebabkan pengawet tidak mengeluarkan bayi kedua sebelum proses pengawetan mumi dilakukan, yang kemudian membuat janin berpindah dari rahim ke rongga dada saat larutnya diafragma mumi.

Penelitian yang telah diterbitkan dalam International Journal of Osteoarchaeology ini telah memperkuat dugaan mengenai betapa berbahayanya kehamilan, persalinan, dan kelahiran bagi ibu dan anak-anaknya pada masa itu.

Ditambah, keberadaan anak kembar sangat dikecam di Mesir Kuno, dan seringkali dijaga oleh mantra dan doa khusus agar keberadaannya dapat dicegah.

Rekomendasi