10 Kesalahan Fatal Ilmuwan Dunia yang Mengubah Sejarah Sains

Sejarah mencatat beberapa ilmuwan besar yang pernah melakukan kesalahan fatal, baik dalam sains maupun keputusan mereka.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
10 Kesalahan Fatal Ilmuwan Dunia yang Mengubah Sejarah Sains
10 Kesalahan Fatal Ilmuwan Dunia yang Mengubah Sejarah Sains (Istimewa)

Ilmuwan adalah pionir dalam pencarian kebenaran ilmiah. Namun, tidak semua teori atau eksperimen mereka selalu benar. Sejarah mencatat beberapa ilmuwan besar yang pernah melakukan kesalahan fatal, baik dalam sains maupun keputusan mereka.

Dari Einstein yang menolak keberadaan lubang hitam hingga Edison yang menyerang arus listrik bolak-balik (AC), berikut adalah daftar kesalahan ilmuwan yang berdampak besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

1. Albert Einstein – Menolak Lubang Hitam dan Kesalahan Konstanta Kosmologis

Albert Einstein, pencipta Teori Relativitas, secara matematis memprediksi keberadaan lubang hitam, tetapi ia sendiri meragukan bahwa objek tersebut benar-benar ada. Ia juga menambahkan konstanta kosmologis dalam teorinya untuk menjaga model alam semesta tetap statis. Namun, ketika ditemukan bahwa alam semesta mengembang, ia menyebut konstanta ini sebagai "kesalahan terbesar dalam hidupnya" (Sumber: NASA, Scientific American).

2. Linus Pauling – Salah Prediksi Struktur DNA

Peraih dua Nobel, Linus Pauling, mengusulkan bahwa DNA memiliki struktur tiga heliks, bukan dua seperti yang ditemukan oleh Watson dan Crick. Kesalahannya terjadi karena ia tidak memiliki akses ke data difraksi sinar-X Rosalind Franklin (Sumber: Nature, History of Science).

3. Lord Kelvin – Salah Memprediksi Usia Bumi

Lord Kelvin memperkirakan bahwa Bumi hanya berusia 20–40 juta tahun berdasarkan teori pendinginan termal. Ia tidak mengetahui bahwa peluruhan radioaktif menghasilkan panas, yang akhirnya membuktikan bahwa usia Bumi adalah 4,5 miliar tahun (Sumber: Geological Society of America).

4. Ptolemeus – Model Geosentris yang Keliru

Ptolemeus mengembangkan model geosentris, yang menyatakan bahwa Bumi adalah pusat alam semesta. Model ini dipercaya selama lebih dari 1.000 tahun sebelum Copernicus, Galileo, dan Kepler membuktikan bahwa Matahari adalah pusat tata surya (Sumber: NASA, Encyclopaedia Britannica).

5. Isaac Newton – Terlalu Percaya pada Alkimia

Newton, pencipta hukum gravitasi, juga percaya bahwa alkimia bisa mengubah logam menjadi emas. Ia menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam bidang ini, yang kini dianggap sebagai pseudoscience (Sumber: Royal Society, Newton Papers).

6. Fred Hoyle – Menolak Teori Big Bang

Hoyle, seorang astronom terkenal, mendukung teori Steady State, yang menyatakan bahwa alam semesta tidak berkembang. Ia bahkan menciptakan istilah "Big Bang" untuk mengejek teori ini. Namun, bukti radiasi latar kosmik akhirnya membuktikan bahwa Teori Big Bang benar adanya (Sumber: NASA, Scientific American).

7. Aristotle – Salah Paham tentang Fisika dan Biologi

Aristoteles percaya bahwa benda berat jatuh lebih cepat daripada benda ringan, yang terbukti salah oleh Galileo. Ia juga mengajarkan teori spontaneous generation, yang menyatakan bahwa makhluk hidup bisa muncul dari benda mati, hingga akhirnya dibantah oleh Louis Pasteur (Sumber: History of Physics, Biology Textbook).

8. Thomas Edison – Menolak Arus Listrik Bolak-Balik (AC)

Edison adalah pendukung listrik arus searah (DC) dan menolak arus bolak-balik (AC) yang dikembangkan oleh Nikola Tesla. Ia bahkan melakukan kampanye brutal, termasuk mengeksekusi hewan dengan listrik AC untuk menunjukkan "bahayanya". Namun, AC akhirnya menjadi standar listrik dunia (Sumber: Smithsonian Magazine, IEEE).

9. Johannes Kepler – Salah Memprediksi Bentuk Orbit Planet

Sebelum menemukan hukum gerak planet, Kepler awalnya percaya bahwa orbit planet berbentuk lingkaran sempurna. Namun, setelah menganalisis data Tycho Brahe, ia menyadari bahwa orbit planet berbentuk elips (Sumber: NASA, European Space Agency).

10. Alexander Graham Bell – Mendukung Eugenika

Penemu telepon, Alexander Graham Bell, terlibat dalam gerakan eugenika, yang bertujuan untuk "menyempurnakan" manusia melalui seleksi genetik. Ia bahkan berusaha melarang pernikahan antar-orang tuli, karena percaya bahwa itu akan "menurunkan kualitas populasi manusia" (Sumber: Smithsonian Institution, National Geographic).

Rekomendasi