Fenomena menarik di Masjidil Haram, Mekkah, adalah lantai di sekitar Ka'bah yang selalu terasa sejuk meskipun suhu udara bisa mencapai 50 derajat Celsius. Rahasia di balik kesejukan ini terletak pada penggunaan marmer Thassos, jenis marmer langka yang diimpor dari Pulau Thassos, Yunani.
Marmer ini dikenal karena kemampuannya yang luar biasa dalam memantulkan sinar matahari dan panas, menjadikannya pilihan ideal untuk area yang padat jemaah.
Marmer Thassos memiliki karakteristik unik yang membuatnya berbeda dari jenis marmer lainnya. Dengan pori-pori halus, marmer ini mampu menyerap kelembapan di malam hari dan melepaskannya di siang hari, memberikan efek pendinginan yang signifikan.
Ketebalan lempengan marmer yang mencapai 5 cm juga berkontribusi pada kemampuan pendinginan ini, menciptakan kenyamanan bagi jutaan jemaah yang datang setiap tahun.
Penggunaan marmer Thassos di Masjidil Haram dimulai pada masa pemerintahan Raja Khalid pada tahun 1398 Hijriah, saat perluasan area Mataf dilakukan. Berbeda dengan anggapan umum, tidak ada sistem pendingin udara yang dipasang di bawah lantai Masjidil Haram, sehingga semua keajaiban ini sepenuhnya bergantung pada sifat fisik marmer Thassos.
Advertisement
Asal Usul dan Karakteristik Marmer Thassos
Marmer Thassos berasal dari tambang di Pulau Thassos, Yunani, yang terkenal sebagai salah satu lokasi penghasil batu marmer putih paling murni di dunia. Jenis marmer ini telah digunakan selama ribuan tahun dalam berbagai proyek arsitektur penting, termasuk kuil-kuil kuno dan bangunan mewah.
Menurut Journal of Applied Mineralogy, marmer Thassos memiliki komposisi utama berupa kalsium karbonat (CaCO₃) dengan tingkat kemurnian tinggi, memberikan warna putih cerah dan sifat reflektif yang luar biasa.
Dibandingkan dengan marmer lainnya, Thassos memiliki porositas yang sangat rendah, sehingga tidak mudah menyerap panas atau kelembapan dari udara. Hal ini menjadikannya sangat cocok untuk digunakan di lokasi dengan suhu tinggi seperti Mekkah.
Advertisement
Mengapa Marmer Thassos Selalu Dingin?
Marmer Thassos memiliki albedo yang sangat tinggi, yang berarti dapat memantulkan hampir seluruh sinar matahari yang mengenainya. Studi dalam Journal of Material Science and Engineering menunjukkan bahwa marmer Thassos mampu memantulkan lebih dari 95% sinar matahari, sehingga tidak menyerap panas seperti material batu lainnya. Ini adalah salah satu alasan mengapa lantai di sekitar Ka'bah tetap sejuk meskipun terpapar sinar matahari langsung.
Selain itu, marmer Thassos memiliki konduktivitas termal yang rendah, yang membuatnya tidak mudah menyimpan panas dalam waktu lama. Sebuah studi dalam The International Journal of Applied Ceramic Technology menemukan bahwa batuan dengan komposisi kalsium karbonat tinggi seperti marmer Thassos cenderung lebih stabil secara termal, menambah kenyamanan bagi jemaah yang beribadah di Masjidil Haram.
Struktur kristalin yang unik dari marmer Thassos juga berperan penting dalam menjaga suhu permukaan tetap dingin. Struktur ini memungkinkan panas yang terserap lebih cepat didispersikan ke udara, sehingga permukaan marmer tidak terasa panas saat disentuh.
Advertisement
Harga dan Kelangkaan Marmer Thassos
Marmer Thassos termasuk dalam kategori batuan mewah dan memiliki harga yang jauh lebih mahal dibandingkan marmer biasa. Berdasarkan data dari International Marble Institute, harga marmer Thassos berkisar antara $150 hingga $400 per meter persegi, tergantung pada kualitas dan ketebalannya. Kelangkaan marmer ini juga menjadi faktor utama yang membuatnya mahal.
Tambang di Pulau Thassos memiliki cadangan terbatas, sehingga produksinya lebih sedikit dibandingkan jenis marmer lainnya. Selain itu, permintaan global yang tinggi, terutama dari Timur Tengah dan Eropa, membuat marmer ini semakin eksklusif dan dicari.
Dengan semua keunggulan yang dimilikinya, penggunaan marmer Thassos di Masjidil Haram menunjukkan perhatian luar biasa dalam memberikan kenyamanan bagi jutaan jemaah yang datang setiap tahunnya. Ini bukan sekadar pilihan material, tetapi juga sebuah komitmen untuk menciptakan lingkungan yang mendukung ibadah dengan baik.
Jadi, fenomena lantai dingin di sekitar Ka'bah bukanlah sebuah keajaiban tanpa penjelasan, melainkan hasil dari pemilihan material yang sangat tepat. Marmer Thassos, dengan reflektansi cahaya tinggi, konduktivitas termal rendah, dan struktur kristalin unik, mampu menjaga suhu permukaannya tetap dingin meskipun berada di bawah terik matahari.