Setelah mengumumkan Xiaomi 13 dan Xiaomi 13 Pro di China pada Desember tahun lalu, Xiaomi secara resmi membawa Seri 13 ke pasar global dengan beberapa tambahan yang keren dan menarik.
Fokus utama seri Xiaomi 13 tentu saja kolaborasi dengan Leica. Baik Xiaomi 13 reguler dan versi Pro memiliki optik yang dirancang dan dibuat oleh Leica. Foto juga dapat diambil dalam dua gaya warna berbeda: Tampilan Otentik Leica dan Tampilan Vibrant Leica. Berikut spesifikasi dari masing-masing produk yang dilaporkan Phone Arena, Senin (27/2):
Xiaomi 13 Pro
Xiaomi 13 Pro ini merupakan top-of-the-line dari seri ini. Xiaomi 13 Pro menampilkan sensor kamera Sony IMX989 1 inch yang sama dengan Xiaomi 12S Ultra, tetapi modelnya terbatas untuk pasar Cina. Kali ini, penggemar fotografi seluler di seluruh dunia dapat mengambil foto dengan monster kamera ini.
Sensor besar ini dibekali dengan 50 MP yang berada di belakang sistem lensa Leica dengan panjang fokus 23mm dan f-stop f/1.9. Ada juga lensa telefoto 75mm (sensor 50 MP di bawahnya) dengan elemen bergerak di dalamnya. Kemudian, kamera ketiga punya resolusi 50MP.
Xiaomi 13 Pro bukan hanya hebat di kamera, ponsel ini hadir dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 8 Gen 2 terbaru, RAM LPDDR5X cepat 12GB, dan penyimpanan UFS 4.0. Layarnya menggunakan E6 AMOLED 6,73 inci dengan kecepatan refresh dapat berkisar dari 1 hingga 120 Hz dan kecerahan puncak 1.900 nits.
Dari sisi baterai, Xiaomi 13 Pro memiliki baterai 4.820 mAh dan pengisian cepat kabel 120W (nirkabel 50W). Ponsel ini diluncurkan dengan harga mulai dari 1.299 euro atau Rp 20 jutaan. Ponsel ini hadir dalam dua warna: Ceramic Black dan Ceramic White.
Xiaomi 13
Ponsel ini hadir dengan desain sisi datar dan bezel yang sangat tipis, membuatnya terlihat menarik. Dari sisi spesifikasi, perangkat ini menggunakan Snapdragon 8 Gen 2 yang sama dengan yang ada di model Pro dan sistem kameranya juga direkayasa bersama dengan Leica.
Berbicara tentang sistem kamera, Xiaomi 13 memiliki konfigurasi yang sama dengan kamera utama 50MP (dengan sensor IMX800), telephoto 10MP, dan ultrawide 12MP. Layarnya menggunakan panel E6 OLED 6,36 inci yang lebih kecil, dengan dukungan kecerahan puncak 1.900 sama seperti pada model Pro. Ada pengaturan refresh rate layar adaptif hingga 120 Hz, tetapi bukan layar LTPO.
Berbeda dengan model Pro, pengisian daya cepat melalui kabel pada Xiaomi 13 mencapai 67W, sementara pengisian nirkabel kembali 50W. Xiaomi 13 dijual mulai dari 999 euro atau Rp 14 jutaan dan tersedia dalam tiga warna: hitam, putih, dan hijau floral.
Advertisement
Xiaomi 13 Lite
Kedua Xiaomi 13 dan Xiaomi 13 Pro sudah dikenal sebagian besar berkat debut mereka di China tahun lalu. Namun, Xiaomi 13 Lite agak mengejutkan dan juga menjadi perangkat yang paling berbeda di dalam lini 13.
Xiaomi 13 Lite sangat ringan, dengan berat hanya 171 gram. Desainnya juga berbeda, kali ini dengan tampilan lebih ramping, dengan kaca Corning Gorilla Glass di depan dan belakang. Kaca yang diperkuat itu melindungi layar OLED 6,55 inci dengan resolusi FHD+ (2400 x 1080), yang dapat melakukan refresh rate hingga 120 Hz. Angka kecerahan juga lebih rendah, dengan nilai tipikal 500 nit dan puncak kecerahan 1.000 nit.
Dari sisi dapur pacu, Xiaomi 13 Lite ditenagai dengan Snapdragon 7 Gen 1, yang dipadukan dengan RAM LPDDR4 dan penyimpanan UFS 2.2. Baterainya memiliki kapasitas yang sama dengan model vanilla Xiaomi 13, yaitu 4.500 mAh, dan hanya mendukung pengisian daya kabel dengan daya maksimum 67W.
Sistem kamera pada model Lite tidak menggunakan merek Leica, terdiri dari kamera wide angle 50MP dengan sensor Sony IMX766, kamera ultrawide 8 megapiksel, dan kamera makro 2 megapiksel. Xiaomi 13 Lite hadir dalam tiga warna—Lite Blue, Lite Pink, dan Black—dan dibanderol mulai dari 499 euro atau Rp 8 jutaan.