Program 1000 technopreneur digital bakal jajal 10 kota besar dulu

Ada pun 10 kota itu adalah Jakarta, Bandung, Jogja, Semarang, Surabaya, Malang, Bali, Makassar, Pontianak, dan Medan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Program 1000 technopreneur digital bakal jajal 10 kota besar dulu
ilustrasi technopreneur. © taringa.net

Chief Executive Kibar, Yansen Kamto, mengutarakan, rencana pemerintah untuk menciptakan 1000 technopreneur pada tahun 2020, bukan suatu upaya yang mustahil. Pasalnya, dirinya beserta pegiat startup dan pemerintah, telah memiliki sebuah formula yang diklaimnya tepat untuk menumbuhkembangkan technopreneur baru di bidang digital. Caranya adalah dengan melakukan serangkaian acara seperti talk, workshop, hackathon, bootcamp dan inkubasi di seluruh Indonesia."Planning kita jelas 1000 teknopreneur ini kita lakukan di 10 kota. Ada pun 10 kota itu, udah kita petakan. Jakarta, Bandung, Jogja, Semarang, Surabaya, Malang, dan kita ke Bali juga. Kemudian, ada Makassar, Pontianak, dan Medan. Tidak menutup kemungkinan akan menambahkan ke kota-kota lainnya. Dan itu kita lakukan secara komprehensif," jelasnya saat ditanya awak media pada acara Indonesia E-commerce Summit & Expo 2016 (IESE) di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Serpong, Rabu (27/4).Dia pun mencoba untuk mengkalkulasi, jika setahunnya hanya dibutuhkan 200 technopreneur digital baru, maka satu kota dari 10 kota yang dipetakan itu, setidaknya bisa menghasilkan 20 wirausahawan digital baru."Menurut saya, 1000 teknopreneur hingga tahun 2020, bagi saya itu sangat mudah. Satu tahun itu cuma butuh 200 technopreneur baru, jumlah 200 technopreneur baru itu dibagi 10 kota, 1 kota itu cuma butuh 20 teknopreneur. Bahkan, saya yakin pasti bakal lebih dari itu. Apa lagi penetrasi broadband sekarang udah tinggi. Indonesia itu punya potensi besar tapi sekarang lebih baik kita gak usah ngomong soal potensi lagi. Lanjutnya, bagaimana kita berkolaborasi," tuturnya.Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, menuturkan, pemerintah akan selalu support untuk program-program yang berkaitan dengan digital. Hal itu, bisa dibuktikan dengan salah satu izin koperasi untuk transportasi online yang keluar dalam sehari saja."Ini bukan programnya Kemkominfo saja, saya itu hanya satu baut dari rangkaian mesin. Saya yakin 8 lembaga kementerian kerja sama enak. Sebagai contoh izin untuk koperasi transportasi online dari Kementerian Koperasi dan UKM bisa keluar dalam satu hari saja. Ini contohnya betapa kita support tentang digital ekonomi," kata pria yang sering disebut Chief RA ini.

Rekomendasi