Jika phablet Galaxy Note 5 tengah digarap dengan kode Project Noble, saudaranya, Galaxy Note 5 Edge, ternyata dibuat dalam proyek yang berbeda. Kode dari proyek itu adalah 'Project Zen'.
Pada Project Noble, Galaxy Note 5 diklaim memiliki spesifikasi yang menawan, sebut saja layar Super AMOLED dengan resolusi 4K dan prosesor Exynos 7422. Prosesor Exynos terbaru itu digadang-gadang sebagai modul pertama yang menggabungkan CPU, RAM, kartu grafis, memori internal, hingga teknologi 4G LTE dalam satu paket.
Penggabungan berbagai komponen dapur pacu itu diprediksi membuat ruang lebih smartphone. Imbasnya, Samsung bisa menanamkan baterai dengan kapasitas lebih besar di Galaxy Note 5.
Sementara itu, phablet Galaxy Note 5 Edge yang memiliki dua sisi lengkung, dikatakan jauh berbeda dengan Galaxy Note 5. Bukannya prosesor Exynos 7422, Samsung diklaim akan memakai prosesor Snapdragon 808 berinti 6 (hexa-core). Sehingga dipastikan performa dan kelebihan prosesor Exynos terbaru Samsung mungkin tidak akan ditemukan di phablet ini.
Dari informasi yang diperoleh SamMobile (07/05) itu, belum jelas alasan Samsung memilih prosesor memberikan prosesor yang sama seperti milik LG G4 di Galaxy Note Edge.
Terlepas dari sektor dapur pacu yang berbeda, Galaxy Note 5 Edge diperkirakan mempunyai layar 5,5 inci Super AMOLED, kamera depan belakang 8MP dan 16MP, serta tambahan pena S Pen.