Paus Fransiskus: 'Big Bang' dan evolusi itu nyata

Paus asal Argentina itu percaya bila Tuhan ada dibalik peristiwa Big Bang

Bramy Biantoro
Oleh Bramy Biantoro - Reporter
Paus Fransiskus: 'Big Bang' dan evolusi itu nyata
Paus Fransiskus. ©Daily Mail

Sejak mulai muncul di abad ke-19, teori evolusi dari Charles Darwin tidak disetujui oleh banyak pihak, terutama agamawan. Namun, 'tradisi' itu sesaat terhenti pada Paus Fransiskus.

Senin kemarin (27/10), saat Paus Fransiskus berbicara pada Akademi Sains Pontifical, dia menyinggung tentang topik Tuhan dan evolusi. Paus Fransiskus menyatakan bila percaya akan adanya Tuhan dan evolusi di saat bersamaan bisa dilakukan. Namun, dia menambahkan bila Tuhan tetap hadir lebih dulu.

"Evolusi membutuhkan penciptaan dari sesuatu yang lebih dulu berevolusi," ujar Paus Fransiskus, CNET (28/10).

Lebih lanjut, Paus asal Argentina itu mengungkapkan bila tuhan bukanlah penyihir, melainkan pusat dari semua hal kerena Dia adalah pencipta semua benda di alam semesta. Oleh sebab itu, saat ledakan dahsyat 'Big Bang' memulai terbentuknya alam semesta, Paus Fransiskus yakin bila Tuhan lah yang membuatnya terjadi.

"Permulaan dari alam semesta bukan lah hasil dari sebuah kekacauan yang bermula dari hal lain, tetapi itu bermula dari sebuah dasar tertinggi yang berlandaskan cinta. Big Bang, yang hari ini dianggap sebagai asal mula alam semesta tidak bertentangan dengan campur tangan kreatif Tuhan. Sebaliknya, Tuhan diperlukan dalam penciptaannya (Big Bang)," ujar Paus Fransiskus, Gizmodo (28/10).

Sejak lama Gereja Katolik diketahui menerima teori evolusi sebagai gagasan yang valid. Akan tetapi, mereka tetap percaya bila jiwa manusia diciptakan oleh Tuhan.

Meski Paus Fransiskus sudah menyatakan keterkaitan antara Tuhan dan teori penciptaan manusia yang sesuai dengan ilmu pengetahuan, salah satu ilmuwan paling berpengaruh di dunia saat ini, Stephen Hawking, mungkin masih belum setuju terhadap adanya Tuhan. Sebab, beberapa waktu lalu Hawking dengan tegas menolak mengakui keberadaan Tuhan.

"Sebelum kita memahami sains seperti saat ini, adalah hal yang wajar untuk mempercayai adanya Tuhan. Tetapi sekarang sains menawarkan penjelasan-penjelasan yang lebih masuk akal," jelas Hawking.

Rekomendasi