Sebuah studi menunjukkan bahwa setengah dari 13 ribu lebih orang dewasa di 24 negara tak tahu bahwa ada layanan keamanan untuk perangkat mobile mereka. Hanya 17 persen saja yang sadar akan ancaman terhadap smartphonenya dan memilih melakukan proteksi.
Seperti dilansir The Telegraph (10/10), angka ini justru berkebalikan dengan apa yang terjadi pada pengguna komputer. Sebagai pembanding, 90 persen pengguna PC justru memahami adanya potensi keamanan yang mampu menyerang perangkat mereka.
Oleh karenanya, pengguna PC pun tercatat lebih berhati-hati dalam mengakses berbagai konten ketimbang pengguna smartphone. Saat mengakses internet misalnya, pengguna PC masih pilih-pilih apa saja yang akan mereka akses, sementara pengguna smartphone justru kebalikannya.
Padahal, angka ancaman pada kedua perangkat ini sebenarnya sama besar dan bahayanya. Oleh karenanya, dalam setahun terakhir, para pelaku kejahatan cyber pun lebih memilih menyerang smartphone ketimbang PC dengan alasan kurangnya proteksi.
Angka kerugian akibat serangan ini pun tak main-main. Menurut Symantec, di Inggris saja kejahatan cyber mampu merugikan pengguna smartphone hingga GBP 101 pada tahun 2013 ini.
"Yang bisa kita pahami dari sini adalah pentingnya edukasi (mengenai proteksi)," kata Andy Archibald, kepala Unit Cyber Crime dari National Crime Agency.