IGF masih defisit dana Rp 2 miliar

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Sammy Pangerapan

Arif Pitoyo
Oleh Arif Pitoyo - Reporter
IGF masih defisit dana Rp 2 miliar
IGF (Internet Governance Forum) . ©2013 Merdeka.com

Penyelenggaraan Internet Governance Forum (IGF) 2013 di Bali masih kekurangan dana sekitar Rp 2 miliar. Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Sammy Pangerapan.

Menurut dia, penggalangan dana dari dalam dan luar negeri sudah dilakukan, dan semuanya dalam bentuk donatur, bukan sponsorship.

Dari pemaparan Sammy, dari dalam negeri dana yang terkumpul di antaranya dari APJII sebesar Rp 500 juta, Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII) sebesar Rp 100 juta, dan Pengelola Nama Domain Indonesia (Pandi) adalah sebesar Rp 200 juta.

Sebelumnya, penyelenggaraan IGF terancam batal karena kekurangan dana. Bahkan Menkominfo Tifatul Sembiring sudah bersiap mengirimkan surat ke Kementerian Luar Negeri untuk menyampaikan pembatalan pelaksanaan IGF di Indonesia kepada PBB.

Namun, setelah disampaikan ke lembaga internet dunia ICANN, akhirnya organisasi di bawah PBB tersebut menggalang dana bantuan agar IGF tetap dilaksanakan di Indonesia.

Lembaga internet dunia, ICANN, berkomitmen memberikan bantuan sebesar USD 900 ribu atau sekitar Rp 10 miliar untuk pelaksanaan Internet Governance Forum (IGF) 2013 di Bali.

Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Setyanto P. Santosa berpesan agar pelaksanaan IGF memberikan manfaat yang besar bagi Indonesia, sehingga komunitas diharapkan aktif dalam penyelenggaraannya.

"Kalaupun tidak tampil sebagai pembicara, minimal sebagai moderator, agar bisa mengarahkan isu-isu yang sekiranya memberikan manfaat bagi Indonesia," tegasnya.

Rekomendasi