Sebelum dan sesudah kekalahan Yahoo! di 'Secret Court' melawan NSA terkait masalah PRISM, tidak sedikit perusahaan raksasa dunia yang disorot dengan hal yang sama. Namun kabarnya, justru Twitter lepas dari program tersebut.Yahoo! dinyatakan kalah melawan NSA dan program PRISM-nya di pengadilan (Secret Court). Sorotan tajam pun publik langsung mengarah ke perusahaan dengan CEO bernama Marissa Mayer ini, benarkah mereka melakukan konspirasi dengan akal-akalan kalah di pengadilan?Sebelum kasus Yahoo! naik di pengadilan, sejumlah perusahaan besar khususnya Google, Microsoft, Facebook dan Apple juga tengah disorot akan hal yang sama. Menjadi satu hal yang masuk akal karena perusahaan-perusahaan tersebut miliki pengguna lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia.Uniknya, seperti dituliskan oleh Huffington Post (14/06), ada kabar baru menyebutkan bahwa justru pihak National Security Agency (NSA) milik Amerika serikat yang mendalangi program PRISM (Privacy in Mobile Information and Communication Systems) tidak tertarik untuk mengusik Twitter. Dalam laporan tersebut, Twitter dipandang masih belum layak untuk diintervensi karena situs microblogging ini memiliki jumlah pengguna yang lebih sedikit dibandingkan dengan Facebook atau situs jejaring sosial bahkan perusahaan raksasa lainnya.Akan tetapi, walaupun kabar yang mencuat boleh dibilang masih amatir karena belum ada bukti bahwa Twitter lepas dari jeratan 'tentakel' PRISM, namun tidak menutup kemungkinan semua perusahaan di dunia yang diakses dan menyimpan data pengguna akan segera 'diobok-obok' oleh NSA, termasuk juga Twitter, Pinterest, Tumblr, Instagram atau lainnya.Walaupun begitu, Twitter tetap berjuang seperti yang dilakukan perusahaan-perusahaan besar lainnya untuk terus melawan kediktatoran Amerika Serikat melalui NSA dengan program PRISM-nya itu agar semua data penggunanya tetap aman. Akankah Twitter dan jejaring sosial lainnya akan tetap aman di kemudian hari?
Untuk sementara, Twitter masih aman dari jerat 'tentakel' PRISM
Sampai kapankah Twitter aman dari 'gangguan' NSA dan PRISM-nya?
Advertisement
Rekomendasi