Google dilahirkan oleh dua sobat kental Lawrance “Larry” Page dan Sergey Brin. Pola pikir yang tidak lazim di antara keduanya justru menguatkan pertalian mereka. Mereka mengubah sistem pencarian yang biasanya berdasar kata kunci, menjadi berbasis peringkat sebuah situs. Algoritma yang njlimet telah menjadi makanan dua doktor yang ingin menunjukkan bahwa orang yang lulus kuliah bisa menghasilkan produk dan profit lebih baik. Maklum, banyak nama seperti Bill Gates, Larry Ellison (Oracle), atau mendiang Steve Jobs dikenal sukses tapi jebolan.Ambisi menunjukkan kehebatan orang sekolah serius, tampaknya terbukti. Benar saja, ketika meluncur versi beta pada 1998 dan makin mantap setahun sesudahnya, mayoritas warga Amerika Serikat sudah menggunakan Google buat mencari data yang mereka inginkan di Internet. Februari 2003, perusahaan yang terus tumbuh dari aset awal USD 1,1 juta itu mendadak membeli Pyra Lab, sebuah pengembang kecil yang menciptakan Blogger. Banyak analis bisnis perangkat lunak heran dengan pola bisnis Google. Buat apa membeli perusahaan yang cuma bikin catatan harian online?Rupanya, banyak orang tidak sadar potensi blog yang bisa menjadi situs pribadi yang bila digarap serius akan menjadi sumber relevan dalam pencarian. Walhasil, blog menjadi salah satu situs yang kerap menduduki peringkat atas dalam mesin pencari Google. Google mulai mencicipi puncak kekuasaan pada 2004 ketika 84,7 persen pengguna Internet di seluruh dunia menggunakan mesin pencari saat mengakses dunia maya. Sampai-sampai kamus kesohor Oxford memasukkan kata baru 'googling' untuk menjelaskan kegiatan mencari data lewat Internet.Setelah membuat orang kecanduan mencari gambar dan berita lewat fitur tambahan di mesin pencari mereka, Google lantas bikin layanan yang dianggap gila bernama Google Maps, Februari 2005. Pengguna bisa melihat peta dan foto aktual seluruh penjuru Bumi. Google semakin memantapkan kekhasan mereka dari kompetitor dengan membikin browser mandiri bernama Google Chrome. Kejutan lain juga muncul saat mereka memperkenalkan perangkat lunak buat mengetik secara online yang diberi nama Google Docs and Spreadsheet pada 2010. Dengan layanan itu mereka sudah mulai melawan dominasi perangkat Office dari Microsoft milik taipan Bill Gates. Ambisi Google tidak tertahankan lagi buat jadi penguasa jagat maya ketika meluncurkan sistem operasi Android untuk telepon seluler dan jejaring sosial Google+, dua tahun lalu. Google berupaya menguasai seluruh matra teknologi informasi. Padahal, Larry Page sempat menyebut filosofi Google adalah tempat singgah sementara pengguna Internet ke tujuan mereka masing-masing. Terlepas dari itu semua, pendapatan tahunan Google telah melampaui USD 60 miliar. Apa yang disampaikan Page itu dikenal dengan sebutan “pathway”.Filosofi lain yang sering jadi jargon andalan Page dan Brin adalah “don’t be evil” (jangan jadi musuh). Ini menempatkan Google seolah sebagai sahabat semua orang atau penggunanya. Seolah ini mengolok-olok secara tak langsung Bill Gates yang membuat penggunanya ketergantungan dan harus beli mahal. Namun mendiang Steve Jobs pernah marah dengan Page dan Brin ketika membuat Android, karena membuat Google masuk ke wilayah ponsel yang notabene menjadi pasar Apple. Ini yang membuat Eric Schmidt yang menjabat sebagai CEO Google dan juga salah satu direktur di Apple, memilih mundur dari kedua perusahaan itu.Schmidt adalah doktor yang diturunkan untuk Google. Sejak dia masuk tahun 2001, perubahan konsep dan model bisnis Google mengagetkan banyak pihak. Ide bisnisnya beda dengan kebanyakan. Iklan teks menjadi sesuatu yang dicibir banyak orang sebelumnya tapi sukses. "Kami tidak akan pernah melakukan hal yang sama seperti kompetitor lakukan. Kami selalu mencari apa yang belum disediakan kompetitor di pasar,” ujar mantan CEO seperti dikutip The Wall Street Journal, edisi 23 Juni 2011. Berkaca dari filosofi itu, barangkali ada sesuatu yang belum tersedia di pasar Indonesia, sehingga raksasa dunia maya itu akhirnya secara resmi membuka cabang di Indonesia.
Filosofi Don't be evil
Kamus kesohor Oxford memasukkan kata baru 'googling' untuk menjelaskan kegiatan mencari data lewat Internet.
Advertisement
Rekomendasi