Printerous: Target kami bisa untung!

Kamis, 6 April 2017 16:37 Reporter : Fauzan Jamaludin
Printerous: Target kami bisa untung! Peluncuran aplikasi mobile Printerous. ©2017 instagram/kevinosmond

Merdeka.com - Kebanyakan perusahaan-perusahaan rintisan digital sekarang ini, belum terlalu memikirkan sisi profit. Tak jarang mereka hanya mengandalkan pendanaan yang didapatkan. Hal ini berbeda dengan Kevin Osmond, Founder sekaligus CEO Printerous. Printerous sendiri merupakan platform yang memberikan layanan kepada masyarakat untuk urusan cetak mencetak.

Sebagaimana diketahui, startup yang telah berdiri sejak 2012 silam ini, beberapa waktu lalu baru saja mendapatkan pendanaan sebesar Rp 18 miliar. Sumber pendanaannya itu berasal dari tiga investor yakni Goden Gate Ventures (Singapura), Sovereign’s Capital (Amerika Serikat), dan Gunung Sewu Kencana.

Jumlah pendanaan pra-seri A tersebut, kata Kevin, tak ingin disia-siakan begitu saja tanpa adanya pemasukan untuk keuntungan dan keberlangsungan bisnisnya. Dia menargetkan, dalam jangka waktu kurang dari dua tahun ke depan perusahaan besutannya mampu mengantongi profit.

"Menurut saya startup itu harus scalable dan profitable. Meskipun startup, tetapi tetap harus bisa mendapatkan profit. Karena pada dasarnya startup itu adalah sebuah usaha. Jadi tujuan saya bisa mendapatkan profit. Jika mendapatkan profit, artinya saya tak tergantung lagi dengan pendanaan baru," ungkap dia usai acara konferensi pers peluncuran aplikasi mobile Printerous di Jakarta, Kamis (4/3).

Sejauh ini, Printerous diklaim telah mendapatkan respons positif dari masyarakat untuk aktivitas cetak mencetak yang mampu memudahkan mereka. Printerous sendiri memiliki tiga lini bisnis yakni Printerous moments, Printerous business, dan Arterous. Ketiganya memiliki segmentasi yang berbeda-beda.

Untuk Printerous moments difokuskan layanan printing personal, kemudian Printerous business layanan printing komersial untuk UMKM dan korporasi, serta Arterous fokus terhadap artis independen yang dapat memasarkan hasil karyanya.

Sayangnya, Kevin saat itu tidak menjelaskan detail bagaimana perkembangan dari ketiga lini bisnisnya tersebut. Dia hanya memaparkan perkembangan dari lini bisnis Printerous moments. Menurutnya saat ini dari total pengguna Printerous Moments, 40 persennya adalah repeat customer.

Bagi Hasil

Jika diumpamakan, Printerous seperti halnya Go-Jek. Di mana ada sistem bagi hasil antara Go-Jek dengan mitra pengemudi. Begitu pula dengan Printerous. Sebagai platform, Printerous tidak mungkin mencetak orderannya secara mandiri karena core bisnis mereka adalah platform. Meskipun mekanisme bagi hasilnya sama, namun angka pembagiannya itu tidak tetap.

Maksudnya, jika Go-Jek pembagian hasilnya 20 persen untuk perusahaan, sisanya mitra pengemudi. Maka ini berbeda dengan Printerous. Karena angka pembagian hasilnya itu tergantung dari produknya.

"Komisi gak fix. Karena beda produk, beda harga," tuturnya.

Hanya saja jika dirata-rata, lanjut dia, bisa di angka antara 30-40 persen. 30-40 persen untuk pihaknya, sisanya partner percetakan. Saat ini Printerous telah memiliki partner berjumlah lebih dari 50 percetakan. Kebanyakan dari partnernya itu berasal dari Jakarta. Maklum, para pelanggannya juga kebanyakan berasal dari Jakarta.

Kendati begitu, mereka telah memiliki rencana di tahun 2017 ini untuk melakukan ekspansi ke daerah-daerah yang memiliki pertumbuhan ekonomi bagus seperti halnya di Yogyakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Medan.

"Kami memang saat ini belum ada di daerah. Tetapi, di tahun ini kami akan melakukan ekspansi ke daerah-daerah di Jawa terutamanya," tuturnya. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Digital Startup
  2. Printerous
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini