Pakai AI dan Machine Learning, Fintech Cashwagon Mampu Deteksi Kasus Penipuan

Rabu, 27 Februari 2019 12:25 Reporter : Syakur Usman
Pakai AI dan Machine Learning, Fintech Cashwagon Mampu Deteksi Kasus Penipuan CEO fintech Cashwagon. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Sistem kecerdasan buatan atau artificial intelligent (AI) mampu mendeteksi skema kejahatan penipuan dan menyerahkan kasusnya ke kepolisian. Popularitas platform fintech yang sedang naik daun membuat celah seseorang untuk melakukan tindak kriminal penipuan.

Mereka mencoba mengajukan pinjaman dengan menggunakan data orang lain. Hal inilah yang dideteksi oleh sistem pengajuan Cashwagon. Sistem yang terdiri dari AI, machine learning, dan big data ini menemukan aplikasi mencurigakan yang dilakukan sindikat untuk menipu.

Kasus yang kami temui ini sangat berbahaya karena mereka menggunakan data asli milik orang lain, sehingga reputasi orang tersebut bisa menjadi jelek nanti, kata Asri Anjarsari, CEO PT Kas Wagon Indonesia, yang mengoperasikan platform Cashwagon, kemarin.

PT Kas Wagon Indonesia adalah perusahaan fintech yang mengoperasikan platform P2P online, yang menghubungkan peminjam dengan pemberi pinjaman. Resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kas Wagon telah mendapatkan sertifikasi ISO 27001 (Sertifikasi Manajemen Keamanan Informasi) oleh Lembaga Standar Inggris. Ini berarti, Layanan Cashwagon sudah memenuhi standar keamanan informasi internasional.

Menurut sistem pemrosesan aplikasi Cashwagon, diungkapkan bahwa pelaku penipuan mencoba mengajukan pinjaman ke pemberi pinjaman dengan menggunakan dokumen orang yang asli dan bukan milik penipu. Sindikat penipu ini melakukan pinjaman dari berbagai perangkat dengan lokasi geografis berbeda-beda.

Berdasarkan jejak digitalnya, platform Cashwagon memungkinkan melacak pola penjahat dan menetapkan identitas pelaku penipuan dan lokasi mereka.

Dalam kerja sama erat dengan polisi cybercrime, Cashwagon menghasilkan bukti kuat kasus penipuan ini. Rincian kasus dilindungi dari pengungkapan publik, tapi Cashwagon terus bekerja sama dengan polisi cybercrime Indonesia untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan menuntut penipu. Prioritas utama Cashwagon adalah keselamatan pelanggannya, sehingga perusahaan melakukan segala upaya untuk melindungi mereka.

Menindak Penipu

Demi menjadi mitra andal dan konsisten, Cashwagon bertindak kuat untuk melindungi pelanggannya dan mencegah mereka dari penipuan. Betapa pun kecilnya, kasus penipuan harus diproses oleh hukum.

Kerja sama erat dengan pihak kepolisian dan kepatuhan ketat terhadap peraturan di Indonesia memungkinkan Cashwagon untuk menindak tegas kasus penipuan yang dilakukan oleh para penjahat dan sindikat penipuan.

Kebijakan anti-penipuan internal Cashwagon sepenuhnya dilakukan untuk mematuhi persyaratan OJK dan dirancang untuk memberikan layanan keuangan yang sehat dan dapat diandalkan kepada publik, melindungi kepentingan investor secara menyeluruh, dan mencegah kejahatan.

Kami akan terus melindungi pelanggan kami dan bekerja sama dengan polisi kejahatan dunia maya untuk memastikan keamanan pengembangan industri fintech, jelas Asri. [sya]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini