Menkominfo ingin OTT nasional tersemat di dalam SIM Card

Jumat, 18 Maret 2016 09:32 Reporter : Fauzan Jamaludin
Menkominfo ingin OTT nasional tersemat di dalam SIM Card Ilustrasi layanan Over The Top (OTT). ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengharapkan, aplikasi dari para pemain Over The Top (OTT) nasional yang didukung Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), bisa disematkan ke dalam SIM Card masing-masing operator secara gratis. Tujuannya, tentu saja agar masyarakat Indonesia bisa memakai aplikasi tersebut tanpa harus lari ke aplikasi store.

"Satu aplikasi itu biasanya berapa megabyte sih? Palingan 20 megabyte lah. Nah, katakan untuk mengunduh satu aplikasi Rp 20, ada 160 juta sim card, total hanya Rp 3,2 miliar. Bisalah ini didukung oleh operator. Jadi pengguna tak perlu ke play store dulu untuk download aplikasi tersebut," kata pria yang akrab disapa Chief RA ini saat peluncuran tiga OTT nasional di gedung Telkomsel, Jakarta, Jumat (18/3).

Dirinya juga mengharapkan agar ketiga OTT nasional tersebut bisa mendulang sukses seperti Facebook, WhatsApp, dan lain sebagainya dilihat dari jumlah pengguna yang memakai. Ketiga OTT nasional yang dipilih didukung oleh ATSI adalah Catfiz, Sebangsa, dan Qlue. Sebelumnya, menurut Ketua Tim Seleksi OTT Nasional Binaan ATSI, Ongki Kurniawan, sejak Desember 2015 yang lalu, proses pencarian OTT lokal yang layak didukung sudah dilakukan. Dari lima peserta yang ikut, ada tiga OTT yang dianggap serius dan memiliki rencana yang jelas.

Kerja sama itu, Ia ditargetkan akan dimulai pada bulan April tahun 2016 dan akan rutin untuk dievaluasi. Pihak ATSI terlebih dahulu menargetkan agar mampu berjalan selama tiga bulan.

"Tapi yang jelas untuk awal kita targetkan berjalan selama tiga bulan, dan kami akan evaluasi. Tapi secara overall masa binaannya bisa enam bulan atau sampai 12 bulan. Evaluasinya nanti secara umum, apakah bentuk support kita efektif dalam rangka memberikan awareness kepada pelanggan operator dan tentunya juga bagaimana mereka bisa kompetitif dibandingkan OTT global. Ukurannya itu kita ingin sebaiknya jangan kualitatif tetapi kuantitatif pula," terangnya. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Telco
  2. Menkominfo
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini