Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal lebih jauh tentang teknologi komunikasi CDMA

Mengenal lebih jauh tentang teknologi komunikasi CDMA CDMA © Ptclworkers.com

Merdeka.com - Selama ini banyak pengguna telepon seluler baik yang masuk kategori ponsel atau juga smartphone mengetahui bahwa ada teknologi yang disebut CDMA atau code division multiple access. Apa itu CDMA?

Merunut penjabaran sejarah CDMA seperti yang tertulis di Wikipedia, teknologi CDMA pertama kali digunakan pada saat meletusnya Perang Dunia II. Teknologi ini digunakan untuk menyulitkan tentara Jerman dalam menangkap sinyal yang jelas dan lengkap.

Dalam perkembangannya, CDMA digunakan dalam banyak sistem komunikasi termasuk pada Global Positioning System (GPS) dan pada sistem satelit OmniTRACS untuk logistik transportasi.

CDMA sendiri adalah metode pengaksesan chanel dengan menggunakan banyak frekuensi radio telekomunikasi dan juga merupakan protokol data wireless. CDMA beroperasi pada frekuensi 800 sampai 1900 MHz.

Cara kerja dari CDMA adalah ketika pengguna mobile melakukan suatu aktivitas dengan menggunakan perangkat berbasis teknologi ini, maka data yang dikirimkan akan berbentuk potongan-potongan kecil atau dalam bentuk sistem kode (coding) unik untuk meminimalisir terjadinya kebocoran atau komunikasi silang.

Kelebihan dari teknologi CDMA adalah biaya panggil yang lebih murah dan kualitas komunikasinya masih lebih baik dibandingkan GSM. Selain itu, CDMA juga tidak membutuhkan equalizer dalam mengatasi setiap gangguan sinyal spektrum, serta memiliki proteksi yang lebih baik dari sisi penyadapan dibandingkan GSM.

Sayangnya, karena mayoritas paten CDMA dimiliki oleh Qualcomm, maka teknologi ini tidak banyak mendapatkan upgrade atau update pengembangan. Bahkan apabila dibandingkan dengan GSM, teknologi CDMA harus rela berada di bawahnya.

Sejak tahun 2010 lalu, secara global, teknologi CDMA sudah jarang sekali digunakan. Banyak vendor yang berhenti memproduksi perangkat berbasis teknologi CDMA dan operator seluler juga masih pikir-pikir untuk melanjutkan pemberian layanan untuk teknologi ini.

Untuk wilayah Indonesia, teknologi dan perangkat berbasis CDMA masih sering ditemui karena masih ada beberapa operator seluler yang tetap memberikan layanannya.

Ketika teknologi sudah semakin maju dan cepat seperti sekarang ini, keterbatasan yang dimiliki CDMA membuatnya menjadi semakin tersisihkan dan diperkirakan tahun 2014 mendatang adalah masa di mana CDMA mulai layu. (mdk/das)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP