Kebohongan Dwi Hartanto, Ilmuwan sebut pelanggaran parah

Senin, 9 Oktober 2017 08:44 Reporter : Fauzan Jamaludin
Kebohongan Dwi Hartanto, Ilmuwan sebut pelanggaran parah Dwi Hartanto. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Ilmuwan Antariksa Thomas Djamaluddin ikut menanggapi kebohongan yang dilakukan oleh Dwi Hartanto. Menurutnya, apa yang dilakukan Dwi merupakan pelanggaran yang amat parah. Tak hanya pelanggaran, tetapi juga pembohongan publik.

"Itu kebohongan publik dan pelanggaran etika ilmiah yang sangat parah," ujar dia kepada Merdeka.com melalui pesan singkat, Senin (9/10).

Kejadian itu, kata dia, menjadikan pelajaran bagi media-media untuk melakukan riset mengenai seseorang sebelum dipublikasi.

"Kejadian ini juga pelajaran bagi media untuk melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait sebelum mempublikasi klaim pribadi tentang prestasinya," ungkap Thomas yang juga menjabat sebagai Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Sebelumnya, Dwi disebut-sebut dijuluki sebagai The Next BJ Habibie. Hal itu lantaran ia mengaku memiliki sejumlah prestasi di bidang kedirgantaraan dan mengklaim tengah merancang jet tempur generasi keenam yang akan jauh lebih canggih dibanding pesawat jet saat ini.

Tak hanya itu, dia juga mengklaim memenangkan lomba riset Space craft and Technology di Jerman dan mengalahkan sejumlah ilmuwan dari negara lain. Tak heran dari segenap klaimnya itu, KBRI di Den Haag memberikan penghargaan kedirgantaraan pada kandidat Doktoral di Technische Universiteit Delft ini. Namun, sederet pencapaiannya itu hanyalah bualan belaka.

Ujungnya, Dwi pun akhirnya menyampaikan permohonan maaf. Dia mengakui memberikan informasi yang tidak benar, tak akurat dan cenderung melebih-lebihkan. Khususnya soal prestasinya di bidang dirgantara dan keilmuan soal roket.

"Saya minta maaf yang sebesar-besarnya," kata Dwi seperti dimuat dalam halaman PPI Delft. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Jakarta
  2. Dwi Hartanto
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini