Jam-jam sibuk orang Indonesia belanja online

Selasa, 30 Januari 2018 15:03 Reporter : Fauzan Jamaludin
Jam-jam sibuk orang Indonesia belanja online Ilustrasi Online Shop. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Masyarakat Indonesia ternyata mempunyai waktu-waktu tersendiri untuk belanja online. Berdasarkan data iPrice Group, jumlah orderan toko online akan meningkat pada jam-jam kerja. Lebih gamblang, data itu menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia akan melakukan belanja online pada jam 11.00 atau ketika istirahat.

"Di jam tersebut, jumlah order paling banyak. Sekitar 69 persen lebih tinggi dari jumlah rata-rata pesanan di e-commerce Indonesia," kata Senior Content Marketer iPrice Group, Andrew Prasetya, saat acara diskusi tentang e-commerce Indonesia di Jakarta, Selasa (30/1).

Menurutnya, perilaku itu berbeda dibandingkan dengan di Singapura. Bila di Singapura, waktu favorite masyarakat di sana untuk berbelanja online adalah pada pukul 4 sore hingga 12 malam. Diakuinya, karakter ini pasti akan berbeda-beda di setiap negara. Bukan berarti perilaku belanja masyarakat Indonesia negatif karena digunakan pada jam-jam bekerja.

Data iPrice Group juga mengungkap secara spesifik hari yang kerap dijadikan favorite masyarakat berbelanja online. Terutama di awal pekan, yakni hari Rabu. Hari Rabu itu berdasarkan data lebih tinggi 12 persen dibandingkan hari-hari lainnya. Mungkin saja, di hari itu banyak e-commerce melakukan diskon.

"Hari Minggu malah turun 30 persen. Mungkin ini waktu untuk bersama keluarga," jelasnya.

Dikatakan Andrew, data tersebut bisa mewakili perilaku masyarakat Indonesia yang doyan berbelanja online saat jam istirahat berlangsung. Data yang dipaparkan iPrice Group, tak jauh berbeda dengan hasil survei konsumen Indonesia menjelang Harbolnas pada tahun 2016 silam yang dilakukan oleh ShopBack Indonesia.

Data itu menyebutkan bahwa mayoritas konsumen, yakni 31,2 persen, lebih suka belanja antara jam 09.00 pagi hingga 12.00 siang. Selain itu, jam 12.00 siang hingga 15.00 sore juga menjadi waktu favorit untuk 18,8 persen konsumen.

"Saya rasa ini memang behaviour konsumen Indonesia saja. Kalau di sini kan kita bekerja sambil bersosialisasi, kalau dibandingkan di Singapura itu berbeda. Di Singapura, orang fokus kerja saja," terang Country Manager Shopback Indonesia, Indra Yonathan kala itu. [ega]

Topik berita Terkait:
  1. Online Shop
  2. E Commerce
  3. Teknologi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini