Indonesia Disebut Belum Siap Terapkan Kecerdasan Buatan di Sektor Ekonomi

Kamis, 13 Februari 2020 16:48 Reporter : Indra Cahya
Indonesia Disebut Belum Siap Terapkan Kecerdasan Buatan di Sektor Ekonomi Momen Kecerdasan Buatan Terlalu Cerdas. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Indonesia disebut belum siap menerapkan teknologi AI atau Artificial Intelligence atau lazim disebut kecerdasan buatan. Hal ini berdasarkan pernyataan dari ekonom INDEF Bhima Yudistira.

Menurutnya, hal ini dikarenakan ketiadaan aturan hukum yang jelas.

"Indonesia belum siap untuk (penggunaan) AI, khusunya di sektor ekonomi, (karena) regulasinya belum jelas," ujar Bhima di Ballroom Fairmont Hotel, Jakarta, Selasa (11/2/2020), melansir laporan Liputan6.com.

Bhima menegaskan pentingnya pengawasan dalam menerapkan AI atau kecerdasan buatan di sektor lembaga keuangan untuk menjaga kerahasiaan nasabah.

"Tentang AI, harus dikendalikan, khususnya di sektor tunai, perbankan karena dia bisa melakukan sesuatu hal yang bisa dikendalikan manusia. (Jadi) harus dikendalikan manusia dari segi privasi, keamanan harus tetap dikontrol," jelasnya.

Baca Selanjutnya: Pernyataan Kemkominfo...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kecerdasan Buatan
  3. Teknologi
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini