Google konfirmasi investasinya di Go-Jek

Selasa, 30 Januari 2018 16:23 Reporter : Indra Cahya
Google konfirmasi investasinya di Go-Jek Ilustrasi Gojek. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Google telah mengkonfirmasi bahwa raksasa teknologi tersebut berinvestasi di Go-Jek. Hal ini mereka sampaikan melalui blog resminya, melalui sang wakil presiden divisi manajemen produk, Caesar Sengupta.

Awalnya, Techcrunch melaporkan pada beberapa minggu lalu bahwa Google menanamkan investasi di Go-Jek bersama dengan raksasa jaringan website China, Meituan-Dianping, serta perusahaan investasi milik pemerintah Singapura, Temasek.

Di pos blognya, Google tak menyebut nilai investasinya. Namun Techcruch sebelumnya menyebut bahwa nilai investasi dari tiga perusahaan tersebut senilai1,2 milyar Dollar yang setara lebih dari 16 trilyun Rupiah.

Persetujuan investasi ini menandai pertama kalinya investasi dari Google secara langsung di Indonesia.

"Go-Jek dipimpin oleh tim manajemen Indonesia yang kuat dan memiliki rekam jejak untuk membuat hidup lebih nyaman bagi orang Indonesia, dengan memanfaatkan teknologi," ungkap Caesar Sengupta.

"Investasi ini memungkinkan kita bermitra dengan juara lokal yang hebat soal ekosistem startup, sekaligus memperdalam komitmen kita terhadap ekonomi internet di Indonesia," sang wakil presiden menambahkan.

Go-Jek sendiri sudah mendapatkan berbagai pendanaan dan investasi mulai dari Tencent, JD.com, KKR, Warburg Pincus, Sequoia Capital, Northstar Group, DST Global dan NSI Ventures.

Asia Tenggara sendiri merupakan tempat di mana ride-sharing sedang melesat tajam. Uber dan Grab adalah yang paling gencar berebut pasar Asia Tenggara, namun Go-Jek yang sudah ada di hampir tiap kota besar di Indonesia, kini bahkan sudah mencanangkan akan berekspansi ke luar Indonesia.

Total pembelanjaan untuk aplikasi ride sharing ini meningkat lebih dari 2x lipat semenjak 2015, mencapai 5 milyar dollar untuk 2017. Industri ini diprediksi akan mencapai 20 milyar dollar per tahun di 2025, naik dari prediksi sebelumnya yakni 13 milyar dollar per tahunnya.

Indonesia sendiri adalah penguasa pasar ride sharing, di mana 40 persen dari pemasukan dari sektor ride-sharing berasal dari tanah air.

Jadi, datangnya Google untuk berinvestasi di Go-Jek tentu adalah pergerakan strategis. [idc]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini