Go-Jek soal investasi baru: Hanya spekulasi saja
Merdeka.com - Go-Jek sempat dikabarkan telah mendapatkan pendanaan dari raksasa internet China, Tencent. Kabarnya, Tencent menyuntikan dana sebesar USD 1,2 miliar atau sekitar Rp 16 triliun.
Jika itu benar, maka valuasi dari Go-Jek mencapai USD 3 miliar atau kira-kira Rp 40 triliun. Informasi itu mengutip dari Techcrunch.
Ketika hal itu dikonfirmasi ke HR Director Go-Jek Indonesia, Monica Oudang, dia hanya tersenyum dan tak ingin mengomentari kabar itu lebih mendalam.
"Itu hanya spekulasi saja. Kita bisa bilang no comment," ujar Monica kepada awak media usai acara pemaparan hasil riset Pusat Kajian Komunikasi (Puskakom) Universitas Indonesia di Jakarta, Senin (8/5).
Tencent Holdings sendiri adalah salah satu dari tiga konglomerat internet di China, yang memiliki cakupan besar bisnis. Mulai dari media, penyedia jasa internet, hingga bisnis hiburan.
Sebelumnya, pada Agustus 2016 silam, Go-Jek menerima pendanaan dari KKR dan Warburg Pincus sebesar 550 juta Dollar, yang menaikkan valuasi dari aplikasi ride-sharing tersebut menjadi 1,3 milyar Dollar, atau kira-kira 17,3 milyar Dollar.
Monica pun enggan meladeni rumor yang menyebutkan rencana ingin memperluas cakupan wilayahnya di Asia Tenggara. Bagi Go-Jek sendiri yang jelas, bakal hadir di beberapa kota baru di Indonesia dan akan menyerap tenaga kerja sesuai kebutuhan di setiap kota baru tersebut.
(mdk/ega)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya