Gas pengisi balon ini ternyata lahir dari reaksi nuklir
Merdeka.com - Salah satu gas terbanyak di jagat raya, Helium, memiliki banyak sekali kegunaan untuk manusia. Salah satunya sebagai gas pengisi balon. Sederhana memang, tetapi tau kah Anda bila Helium terbuat dari aktivitas nuklir?
Tepat hari ini, 18 Agustus 1868, seorang ilmuwan asal Prancis, Pierre Jules Cesar Janssen berhasil menemukan keberadaan Helium ketika melakukan pengamatan terhadap gerhana matahari di India. Uniknya, butuh waktu 30 tahun agar penemuan Janssen tersebut diterima oleh publik. Tepatnya saat Sir William Ramsay menemukan gas Helium saat meneliti sebuah zat radioaktif di tahun 1895.
Salah satu gas paling ringan di dunia ini sejatinya terdapat dalam udara yang kita hirup sehari-hari dan beberapa sumber gas alam dari dalam perut bumi. Namun dalam dunia industri, untuk membuat Helium baru diperlukan suatu reaksi radioaktif yang hanya bisa dilakukan di reaktor-reaktor nuklir.
Peneliti pun percaya bila Helium yang terdapat di luar angkasa merupakan hasil dari reaksi 'fusi' nuklir Hidrogen yang menjadi bahan bakar bintang, termasuk Matahari. Oleh sebab itu, nama dari gas tersebut, Helium, diambil dari bahasa Yunani 'helios' yang berarti matahari.
Sampai saat ini, Helium dikenal pula sebagai gas 'jahil' karena bisa merubah suara seseorang menjadi bernada lebih tinggi dan terdengar lucu ketika dihirup melalui mulut. Bahkan, baru-baru ini salah satu aktor kawakan Hollywood, Morgan Freeman, melakukan aksi lucu dengan menghirup Helium di sebuah acara televisi.
Berikut video Morgan Freeman saat menghirup Helium di acara 'The Tonight Show'.
(mdk/bbo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya