Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Di luar negeri, hanya orang kaya yang bisa akses pornografi

Di luar negeri, hanya orang kaya yang bisa akses pornografi ilustrasi pornografi anak. © Dailymail.co.uk

Merdeka.com - Di Indonesia, tentu, pornografi telah diblokir. Di berbagai negara lain terutama di dunia barat, pornografi memang tidak diblokir. Namun mereka punya cara menarik untuk membatasi konsumsi pornografi.

Dilansir dari Ars Technica, di Inggris, akan ada verifikasi umur lebih ketat yang harus dilalui pengakses agar bisa menikmati konten pornografi. Hal ini disampaikan oleh menteri digital Inggris, Matt Hancock.

"Kami telah mengambil langkah-langkah untuk menyiapkan persyaratan verifikasi usia terbaru untuk pornografi online, sebagai kerja berkelanjutan kami untuk membuat internet lebih aman," ungkap sang menteri.

Undang-undang secara resminya belum disahkan. Dari rencananya, UU ini akan mulai jalan pada April tahun depan. Namun dari apa yang jadi perencanaan, verifikasi umur akan dilakukan dengan menggunakan kartu kredit. Jadi tak cuma di bawah umur, mereka yang tak memiliki kartu kredit tak akan bisa mengakses pornografi meski berumur di atas 18 tahun.

Ini akan jadi regulasi standar yang harus diterapkan di semua situs pornografi yang tayang di Inggris. Jika ada situs yang melanggar, maka mereka akan melangggar UU yang nantinya akan berada di bawah British Board of Film Classifications (BBFC). Sanksinya, denda 250.00 Euro, menghapus mereka dari daftar penyedia layanan online payment, penghapusan iklan, bahkan pemblokiran ISP.

Meski demikian, hal ini agak sulit diterapkan secara efektif. Karena banyak sekali situs porno luar negeri yang memang sengaja diakses dengan VPN. Namun sang menteri tak khawatir, karena ia menyebut "Inggris akan memiliki tindakan perlindungan anak dari pornografi internet paling kuat."

Hal tersebut memang benar. Penguna tak akan bisa sekedar mengklik "Yes" ketika situs porno mengkonfirmasi bahwa ia sudah di atas 18 tahun, namun harus membuktikannya dengan mengisi nomor kartu kredit yang notabene wajib dimiliki oleh orang dewasa. Di sisi lain, mereka yang tidak mampu untuk memiliki kartu kredit, tentu tak akan bisa mengaksesnya meski layanan pornografinya tak dipungut biaya.

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP