Daftar Ilmuwan Muslim di Bidang Astronomi, Ada yang Dapat Pengakuan Dunia
Berikut daftar ilmuwan astronom muslim yang disegani di dunia.
Berikut daftar ilmuwan astronom muslim yang disegani di dunia.
Daftar Ilmuwan Muslim di Bidang Astronomi, Ada yang Dapat Pengakuan Dunia
Astronomi adalah ilmu yang sangat tua, bahkan mungkin merupakan ilmu alam paling tua di dunia. Perkembangan astronomi tidak terlepas dari pengaruh Islam.
Selama Zaman Keemasan Islam bahkan hingga saat ini, berbagai cendikiawan Muslim telah berlomba-lomba untuk mempelajari ilmu langit ini.
Banyak diantaranya yang bahkan berhasil membuat penemuan-penemuan berharga berkat penelitiannya.
Menurut laporan Astronomy dan New Arab, Kamis (23/11), inilah daftar beberapa astronom Muslim terbaik di dunia pada zamannya:
Al-Battani
Al-Battani atau Albategnius yang berasal dari Turki merupakan salah satu astronom Muslim paling terkenal. Sebuah kawah tumbukan bulan kuno dinamai berdasarkan namanya. Meskipun berasal dari keluarga sekte Sabian yang menyembah bintang, Al-Battani merupakan seorang Muslim yang taat.
Karyanya yang paling terkenal adalah Kitab al Zij, yang kemudian mendapat pengakuan dari banyak akademisi abad pertengahan, termasuk Copernicus.
Dalam karyanya ini, dia membuat katalog 489 bintang yang menakjubkan, sekaligus menentukan lama tahun Matahari.
Perhitungannya saat itu adalah 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 2 detik, berbeda sangat sedikit dari perhitungan yang diterima saat ini.
Muhammad Al-Farazi
Sosok ini disebut-sebut sebagai salah satu astronom paling awal di dunia Islam. Al-Farazi disebut-sebut berasal dari Persia dan hidup sekitar abad ke-8, serta merupakan pencipta astrolabe pertama di dunia Islam.
Astrolabe sendiri dapat dideskripsikan sebagai bentuk GPS paling awal dan merupakan instrumen penentu posisi pada abad pertengahan.
Beberapa tahun setelah diciptakannya astrolabe, kemajuan astronomi Islam maju pesat dengan astrolabe yang memainkan peran signifikan di dalamnya.
Abd al-Rahman al-Sufi
Pada tahun 964, Al-Sufi yang merupakan salah satu astronom paling terkenal di Iran menerbitkan The Book of Fixed Stars. Buku ini merupakan salah satu buku paling komperhensif tentang konstelasi langit. Astronom ini juga astronom pertama yang mengamati galaksi Andromeda dan Awan Magellan Besar.
Pengamatan ini dilakukan dengan mata telanjang karena teleskop belum diciptakan, dan pengamatan ini terbukti berguna nantinya bagi astronom terkenal asal Denmark, Tycho Brahe.
Al-Sufi juga merupakan salah satu astronom yang memanfaatkan astrolabe buatan Al-Sufi dengan baik.
Al-Sufi berhasil mengungkap bahwa astrolabe berguna dalam bidang astronomi, astrologi, navigasi, survey, penentuan arah kiblat, waktu shalat, dan penunjuk waktu.
Al-Biruni
Al-Biruni merupakan astronom Muslim lainnya yang memiliki kawah Bulan dan asteroid yang dinamai atas dirinya. Lahir di Uzbekistan pada abad ke-10, Al-Biruni meninggalkan banyak catatan mengenai karyanya.
Dia telah menulis sekitar 146 judul sepanjang hidupnya yang didedikasikan kepada matematika dan astronomi.
Dia dikenal dengan kontribusinya mengukur radius Bumi, dan hasilnya hampir tepat sasaran.
Menggunakan trigonometri dan aljabar, dia mencapai nilai 6.335,725 km. Hanya meleset sedikit dari hasil sebenarnya, yaitu 6.371 km.