Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cara Ilmuwan Terdahulu Mencari Kebenaran Bentuk Bumi yang Bulat

Cara Ilmuwan Terdahulu Mencari Kebenaran Bentuk Bumi yang Bulat ilustrasi bumi. phys.org

Merdeka.com - Umat manusia telah mengetahui bahwa dunia itu bulat selama beberapa millennium. Namun, ada juga sekelompok komunitas yang menyebutkan bahwa bumi datar.

Nah, untuk membuktikan bahwa bumi itu bulat, berikut cara yang biasa ilmuwan lakukan yang dikutip dari laman Popsci dan The Independent, Kamis (2/3):

Periksa Bayangan di Bulan

Aristoteles cukup banyak melakukan pengamatan tentang sifat bulat Bumi. Memperhatikan bahwa selama gerhana bulan ketika orbit Bumi menempatkannya tepat di antara matahari dan bulan, menciptakan bayangan dalam prosesnya. Siluet di satelit permukaannya bulat. Bayangan ini merupakan bukti besar Bumi itu bulat.

Lihat Bintang-bintang

Pengamatan ini awalnya dilakukan oleh Aristoteles (384-322 SM), yang menyatakan bahwa Bumi itu bulat dilihat dari konstelasi berbeda yang dilihat seseorang saat menjauh dari ekuator.

Setelah kembali dari perjalanan ke Mesir, Aristoteles mencatat, “Ada bintang yang terlihat di Mesir dan Siprus yang tidak terlihat di wilayah utara”. Fenomena ini hanya dapat dijelaskan jika manusia melihat bintang-bintang dari permukaan yang bulat, oleh sebab itu bisa dikatakan bahwa bumi adalah bulat.

Menancapkan Tongkat

Eratosthenes orang yang melakukan cara ini pertama kali. Dia adalah seorang matematikawan, ahli geografi dan astronom Yunani. Dia melakukan uji coba ketika mendengar Syene, sebuah kota di selatan Aleksandria tidak ada bayangan vertikal yang terbentuk pada siang hari di titik balik matahari pada musim panas.

Dia bertanya-tanya apakah ini juga berlaku di Aleksandria. Akhirnya, pada tanggal 21 Juni dia menanam sebatang tongkat langsung di tanah dan menunggu untuk melihat apakah bayangan akan terbentuk pada siang hari. Ternyata ada satu. Dan itu diukur sekitar 7 derajat.

Sekarang, jika sinar matahari datang pada sudut yang sama pada waktu yang sama, dan tongkat di Alexandria menghasilkan bayangan sementara tongkat di Syene tidak, itu berarti permukaan bumi melengkung. Maka, jika dunia datar, dua tongkat di lokasi berbeda akan menghasilkan bayangan yang sama. Tapi karena Bumi itu bulat, hal itu tidak akan terjadi.

Ikuti Kapal di Garis Horizon

Jika sedang berada di pelabuhan akhir-akhir ini atau hanya berjalan-jalan di pantai dan menatap kosong ke cakrawala, Anda mungkin telah melihat fenomena yang sangat menarik: kapal tampak seolah-olah “muncul dari ombak” adalah karena dunia tidak datar: melainkan bulat.

(mdk/faz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP