Bukan dongeng, ini 7 'naga' yang sedang mendiami Bumi

Kamis, 5 Mei 2016 00:00 Reporter : Bramy Biantoro
Bukan dongeng, ini 7 'naga' yang sedang mendiami Bumi Hewan mirip naga. ©2016 BBC/Alamy/NPL

Merdeka.com - Naga adalah makhluk mitologi yang mungkin paling populer di berbagai naskah literatur hingga film box-office. Tentu kita tidak lupa sang naga Smaug di film 'The Hobbit', atau naga milik Daenerys Targaryen di serial TV 'Game of Thrones'.

Ya, semua naga tadi hanyalah buah imajinasi manusia, tapi tahukah Anda bila ada 'naga' yang benar-benar tinggal bersama kita di Bumi. Mungkin naga-naga berikut tidak mempunyai ukuran besar, berwajah seram, atau menyemburkan api, tetapi hewan-hewan ini dianggap oleh ilmuwan sebagai naga yang sebenarnya.

1 dari 7 halaman

Bearded dragon (Pogona sp.)

pogona spHewan mirip naga. ©2016 BBC/Alamy/NPL

Siapa sangka naga pertama dalam daftar adalah hewan peliharaan favorit dari Australia, kadal berjenggot atau Pogona. Kadal ini terkenal karena bisa mengembangkan kulit di bawah lehernya yang penuh dengan duri saat terganggu.

Menariknya, penelitian di tahun 2015 oleh ilmuwan Universitas Lincoln membuktikan bila kadal Pogona tergolong cerdas. Kadal ini bisa membuka pintu-pintu yang mengarah pada tujuan tertentu.

Sisik-sisik kadal Pogona juga tak kalah 'cerdas'. Ya, saat siang hari sisiknya akan nampak lebih gelap agar bisa menyerap panas matahari, sementara saat malam akan lebih terang agar bisa lebih hangat di malam hari.

Foto: Jurgen Freund/NPL

2 dari 7 halaman

Black Dragonfish (Idiacanthus atlanticus)

idiacanthus atlanticusHewan mirip naga. ©2016 BBC/Alamy/NPL

Naga berikut ini sejatinya tergolong dalam spesies ikan yang hidup di kedalaman 2 kilometer di bawah permukaan air. Dan bentuk ikan Idiacanthus yang memanjang gelap, plus gigi-gigi runcing lah yang membuatnya disebut sebagai naga laut.

Hidup di laut dalam samudra Atlantik, ikan ini tahan terhadap suhu super dingin, tekanan air tinggi, dan keadaan gelap gulita. Yang menambah seram penampakan iakan ini adalah adanya titik-titik bercahaya yang tersebar di bagian bawah tubuhnya.

Ikan yang saat dewasa bisa mencapai panjang setengah meter ini menarik mangsa berupa ikan kecil menggunakan janggut panjang di bawah dagunya. Sekali mendekat, mangsa ikan ini langsung diterkam oleh rahang raksasa dari Idiacanthus.

Foto: PF-(usna1)/Alamy

3 dari 7 halaman

Kadal Draco (Draco sp.)

draco spHewan mirip naga. ©2016 BBC/Alamy/NPL

Tentu Anda kenal kadal satu ini, Draco sp., yang banyak terdapat di kawasan Asia Tenggara. Di Jawa, kadal Draco biasa disebut dengan 'Klarap', dan biasa terlihat terbang dari satu ranting ke ranting lain.

Kadal Draco tidak terbang seperti halnya burung, tetapi lebih mirip berseluncur di angkasa menggunakan selaput tipis yang ada di samping perutnya. Ya, seperti hewan piaraan Sugar Glider. Selaput terbang ini disebut Patagium yang ternyata merupakan perpanjangan enam pasang tulang rusuk yang tertutup kulit.

Kadal ini dilengkapi oleh kulit berkerut dan bertotol yang memudahkannya berbaur dengan batang pohon guna menghindari pemangsa atau agar tak terlihat serangga calon mangsanya.

Foto: Solvin Zankl/NPL

4 dari 7 halaman

Kaki seribu 'Pink Dragon' (Desmoxytes purpurosea)

pink dragon desmoxytes purpuroseaHewan mirip naga. ©2016 BBC/Alamy/NPL

Tidak hanya bangsa kadal, serangga seperti kaki seribu pun bisa masuk kategori naga. Dan contoh paling jelasnnya adalah Desmoxytes purpurosea atau 'Pink Dragon' dari Thailand.

Spesies yang ditemukan tahun 2007 lalu ini, hanya memiliki panjang 3 namun terlihat menakutkan karena keberadaan sisik-sisik merah di sekujur tubuh atasnya. Sangat mirip dengan sisik naga dalam legenda.

Yang tak kalah bikin ngeri, kaki seribu ini mempunyai racun sianida yang berbahaya bagi manusia. Uniknya, bau dari kadal seribu ini dikatakan ilmuan mirip dengan kacang almond.

Foto: Thailand Wildlife/Alamy

5 dari 7 halaman

Ular Naga Jawa (Xenodermus javanicus)

jawa xenodermus javanicusHewan mirip naga. ©2016 BBC/Alamy/NPL

Jawa sekali lagi menjadi kediaman naga, dan yang satu ini datang dari spesies ular, Xenodermus javanicus. Mengapa ular ini disebut naga? Coba lihat kulitnya yang memiliki sisik-sisik berdiri, tak ubahnya seperti Smaug di 'The Hobbit'. Kata latiin Xenodermus sendiri artinya kulit aneh.

Meski sudah ditemukan sejak tahun 1836, masih sangat sedikit data yang diketahui soal Ular Naga Jawa. Bahkan, spesies ini diklaim satu-satunya spesies ular naga di dunia.

Spesies ular ini tergolong hewan nokturnal alias malam hari. Saat aktif, ular dengan panjang rata-rata 60 sentimeter ini suka berburu katak sebagai makanan utama.

Foto: Matthijs Kuijpers/Alamy

6 dari 7 halaman

Seadragon (Phycodurus eque)

equeHewan mirip naga. ©2016 BBC/Alamy/NPL

Seadragon atau naga laut memang terlihat mirip kuda laut, tetapi keduanya berasal dari spesies berbeda. Bisa dibilang seadragon adalah versi flamboyan dari kuda laut, terlihat dari adanya 'sayap-sayap' kecil di sepanjang tubuh mungilnya. Membuatnya nampak bak naga cantik dari yang berennag di antara karang.

Sayap-sayap ini berfungsi untuk kamuflase saat ada pemangsa di dekatnya, membuatnya terlihat seperti rumput laut. Bagian tubuh yang berumbai-rumbai ini juga cocok untuk menyembunyikan diri saat berburu udang-udangan kecil, mangsa utama mereka.

Karena tergolong hewan langka, seadragon resmi melakukan perlindungan maksimal pada seadragon di tahun 1990an. Terlebih pasca polusi dan kerusakan karang banyak menimpa Australia, habitat utama seadragon.

Foto: Alex Mustard/NPL

7 dari 7 halaman

Komodo (Varanus komodoensis)

komodoensisHewan mirip naga. ©2016 BBC/Alamy/NPL

Tentu saja, Komodo adalah kadal terbesar di Bumi dan paling pantas menyandang gelar 'naga' dunia nyata. Komodo dewasa bisa tumbuh hingga panjang 3 meter dan berat 130 kilogram lebih. Kabar buruknya, mereka bisa memakan apa saja yang bergerak di depannya.

Meski tidak bisa menyemburkan api dari mulutnya, Komodo memiliki liur beracun dan penuh dengan bakteri ganas yang dapat membunuh hewan-hewan besar dalam hitungan jam. Tidak ketinggalan, gigi setajam pisau mereka mampu menciptakan luka menganga pada mangsa seperti babi atau kerbau.

Saat ini Komodo termasuk hewan dilindungi dan hanya tersisa 3000-5000 ekor di pulau Komodo, Gili Motang, Rinca, dan Flores.

Foto: Will Burrard-Lucas/NPL

 

Sumber: BBC, Wikipedia, Live Science, Phys.org [bbo]

Baca juga:
Ternyata manusia punya lebih dari 5 panca indera!
Akhir abad 21, pemanasan global ubah Timur Tengah jadi 'neraka'
Ini bukti ilmiah kalau sahabat adalah sumber kebahagiaan sejati
Ironis, 6 ilmuwan berhati mulia ini tak sengaja jadi malaikat maut
Kisah mengejutkan dari 'Manx', komet tak berekor sepupu Bumi
Mesin pencari Partikel Tuhan terpaksa dimatikan gara-gara musang

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Hewan Liar
  3. Penelitian Ilmiah
  4. Top List
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini