Berdalih lebih murah, XL hentikan kontrak layanan VAS dengan Huawei

Senin, 29 Mei 2017 15:58 Reporter : Syakur Usman
Berdalih lebih murah, XL hentikan kontrak layanan VAS dengan Huawei Ilustrasi operator seluler. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Operator seluler PT XL Axiata Tbk dikabarkan memilih tidak melanjutkan kontrak managed services dengan Huawei Indonesia untuk operasional layanan nilai tambah (VAS). Sejak bulan lalu, operator dengan 48 juta pelanggan ini menangani sendiri operasional layanan VAS, dari semula dikelola oleh Huawei Indonesia sejak 7 tahun terakhir.

Yessie D Yosetya, Direktur Independen/Chief Service Management Officer XL Axiata, membenarkan putusnya kontrak managed services dengan Huawei untuk layanan VAS. Selain pertimbangan habisnya masa kontrak managed services-nya, pilihan melakukan sendiri operasional layanan VAS, karena perkembangan teknologi yakni API Gateway, yang membuat managed services dengan Huawei tidak memiliki nilai lebih bagi XL saat ini.

"Dulu untuk layanan VAS, kami banyak bekerja sama dengan content partner. Karena belum ada API Gateway, maka koneksi content partner dengan operator bersifat kustomisasi hingga seterusnya. Kini, dengan teknologi API Gateway, kustomisasi koneksi dengan operator tidak diperlukan lagi. Sebab API Gateway lebih mudah karena ada standarnya dan bersifat open. Simpelnya content provider tinggal plug in untuk koneksi dengan sistem operator, contohnya," kata Yessie kepada Merdeka.com, sebelum mengikuti diskusi yang dibuat oleh Lingkar Kuningan, Senin (29/5) siang.

Menurut dia, dengan inovasi teknologi API gateway itu, maka XL berpandangan managed services dengan Huawei di layanan VAS tidak memberikan nilai tambah lagi. sehingga lebih baik dikelola sendiri.

"Secara biaya, dengan API Gateway, mengelola sendiri layanan VAS menjadi lebih murah ketimbang managed services dengan Huawei," pungkas Yessie.

Yessie tidak tahu apakah kebijakan mengelola sendiri layanan VAS akan bersifat jangka panjang. Pertimbangannya, teknologi terus berkembang, tergantung arah teknologinya ke mana.

Yessie mengaku kebijakan managed services banyak dilakukan XL untuk efisiensi biaya usaha. Selain managed services dengan Huawei, XL juga melakukan managed service degan British Telecom untuk layanan IT dan Amdocs untuk aplikasi.

Berdasarkan laporan keuangan XL Axiata kuartal I 2017, perseroan diketahui memiliki dua kontrak managed services dengan Huawei Indonesia, yakni untuk network/jaringan, serta layanan VAS dan digital merchants (DM). Untuk pekerjaan jaringan, kontraknya efektif per 1 April 2012 dengan masa berlaku tujuh tahun. Sementara untuk VAS dan DM, managed services juga berlaku 1 April 2012, tapi masa berlakunya 5 tahun, alias berakhir tahun ini.

Per kuartal I tahun ini, XL Axiata mencatat pendapatan usaha Rp 5,26 triliun, dengan kenaikan pelanggan baru 1,5 juta sehingga total menjadi 48 juta pelanggan. Sementara rata-rata pendapatan per pelanggan (ARPU) mencapai Rp 33 ribu per bulan. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. XL Axiata
  2. XL
  3. Telco
  4. Huawei
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini