Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Beli kasur lewat e-commerce, biaya pengiriman murah

Beli kasur lewat e-commerce, biaya pengiriman murah Beli kasur lewat e-commerce, biaya pengiriman murah. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Belakangan ini, tren perkembangan belanja online muncul perilaku baru lagi dari masyarakat. Bila saat awal adanya e-commerce barang-barang yang dibeli hanyalah yang biasa, kini barang-barang berat mulai dibeli konsumen melalui online. Barang-barang berat itu misalnya kulkas, kasur, furniture, dan perabotan rumah tangga lainnya.

"Kira-kira 2 tahun belakangan ini ada demand seperti itu," ujar Co-Founder dan Chief Financial Officer (CFO) M. Fajrin Rasyid di Jakarta, Kamis (22/2).

Munculnya kebutuhan itu ternyata memberikan tantangan tersendiri, yakni soal harga pengiriman barang. Dengan berat yang lebih dari 10 Kg tentu saja memaksa pelapak untuk merogoh kocek dalam-dalam alias mahal. Belum lagi adanya aturan-aturan dari maskapai penerbangan terkait barang yang akan dikirimkan.

Maka itu, Bukalapak bersama JNE menjalin kerja sama untuk mengkomodir kebutuhan para pelapak dan konsumennya dengan harga yang relative terjangkau. Kerja sama itu dalam bentuk layanan JTR. JTR atau JNE Trucking merupakan layanan pengiriman untuk barang berat minimal 10 kg, dalam jumlah besar menggunakan armada truk melalui jalur darat dan laut.

Dijelaskan Fajrin, kebutuhan dari para pelapak untuk mengirim barang-barang berat seperti itu, memang cenderung masih kecil. Namun, pertumbuhan kebutuhan akan pengiriman barang-barang berat diprediksikan menjadi salah satu faktor peningkatan dari bisnis e-commerce di tahun ini.

"Masih kecil. Di Bukalapak baru mencapai sekitar 25 ribu atau 1 persen dari total pelapak (aktifkan JTR) yang berjumlah 2 jutaan," ungkapnya.

Ia pun tak ingin sesumbar menargetkan jumlah pelapak yang menggunakan layanan terbarunya dengan JNE ini. Kata dia, hal tersebut harus dibicarakan terlebih dahulu dan tentunya dengan mengadakan promosi-promosi guna menggaet pelapak menggunakan layanannya.

"Setelah itu, baru kita bisa menargetkannya," jelas dia.

Sementara itu, menurut Eri Palgunadi, VP of Sales and Marketing JNE, kerja sama ini sejauh ini baru bersama dengan Bukalapak. Tak menutup kemungkinan akan melakukan kerja sama dengan market place lainnya.

"Tetapi tergantung juga dari kebutuhan market place itu sendiri," katanya.

Terlepas itu, Eri mengakui bahwa kontribusi e-commerce mereguk untung perusahaannya, tak bisa ditepis. Sebab, separuh lebih konsumen retailnya adalah market place. Sehingga, munculnya e-commerce membawa keberuntungan bagi pihaknya.

"Saya kasih gambaran saja, market layanan kami itu ada dua, korporat dan retail. Dari 100 persen market kami, 80 persen itu dari retail. 20 persen asal korporat. Nah, dari 80 persen itu, sekitar 50 persennya kontribusinya dari markerplace. Sisanya individual yang jualan-jualan di sosial media," terangnya. (mdk/ega)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP