Begini Cara Astronot Mandi dan BAB di Luar Angkasa

Rabu, 2 Oktober 2019 15:38 Reporter : Indra Cahya
Begini Cara Astronot Mandi dan BAB di Luar Angkasa Astronot di luar angkasa. ©2018 Mashable

Merdeka.com - Salah satu hal yang paling penting untuk kita perhatikan sehari-hari adalah kebersihan diri. Kita tak mungkin bisa melupakan kegiatan bebersih seperti mandi teratur, membersihkan diri pasca buang air, dan lain sebagainya.

Namun bagaimana jika Anda berada lebih dari 200 mil di atas permukaan Bumi seperti astronot? Tentu ini merupakan hal yang rumit.

Bagi Anda yang penasaran, Mike Massimino, selaku mantan astronaut NASA ini menjawab serba-serbi pengalamanannya tinggal di stasuin luar angkasa.

"Untuk menjaga kebersihan di Luar Angkasa, astronaut butuh pelatihan khusus. Karena bila salah, akan membawa masalah " ujarnya dikutip Wired via Tekno Liputan6.com.

Berikut ulasannya!

1 dari 3 halaman

Buang Air Kecil

Saat berada di Bumi, kita menggunakan toilet biasa untuk menyiram bekas buang air dan mencuci tangan menggunakan wastafel untuk mencuci tangan, tetapi di luar angkasa hal ini jauh berbeda.

Dalam pesawat luar angkasa terdapat sebuah kamar kecil yang dinamakan WCS (Waste Containment System).

Bentuknya hanya seperti bilik kecil yang hanya ditutup bukan dengan menggunakan pintu, melainkan menggunakan kain. Di dalamnya terdapat toilet duduk untuk buang air besar, tetapi untuk buang air kecil WCS menyediakan seperti selang yang disambungkan ke toilet.

Masing-masing astronaut memiliki ujung selang buang air kecilnya sendiri, hal ini supaya tidak terjadinya perasaan jijik antara astronaut.

Ketika buang air kecil, astronaut perlu mengaktifkan WCS agar adanya udara dalam selang. Hal ini supaya urine yang keluar dapat tersalur ke tangki penyimpanan dengan lancar, tanpa terganggu gravitasi nol.

Isi tangkinya sendiri akan dibuang ke luar angkasa saat sudah penuh dan menyebabkan urine melewati proses kristalisasi dan lenyap dalam vakum luar angkasa.

Namun berbeda dengan stasiun luar angkasa yang ketika tangki penuh, maka isi dari tangki tersebut akan disaring dan daur ulang untuk menjadikan urine menjadi air minum.

2 dari 3 halaman

Latihan Buang Air Besar

Untuk melakukan buang air besar di luar angkasa, astronaut butuh melatih dirinya sendiri dengan toilet latihan terlebih dahulu.

Astronaut harus mengingat posisi yang dilakukannya ketika latihan karena feses yang keluar tidak langsung masuk ke dalam saluran, melainkan masih terkena gravitasi nol.

Untuk memantapkan dudukan, toilet disediakan dengan penjepit untuk paha astronaut, sehingga tubuh astronaut tidak akan melayang ketika buang air besar.

Hal ini cukup sulit untuk dilakukan dan apabila toilet menjadi rusak dikarenakan hal ini, NASA menyediakan sebuah kantong untung buang air besar.

Tangki dari toilet sendiri akan dikuras ketika pesawat sudah mendarat di Bumi kembali.

3 dari 3 halaman

Tidak Mandi?

Untuk membersihkan diri, astronaut tidak bisa menikmati kucuran air dari shower karena harus menghemat air.

Maka dari itu astronaut menggunakan bahan seperti spons untuk membersihkan diri. Spons ini akan diberi sabun hingga mumpuni untuk digunakan membersihkan diri dan menggantikan mandi.

Sumber: Liputan6.com [idc]

Baca juga:
Elon Musk Umumkan Rencana Space X Bangun Kota di Mars Dengan Roket Raksasa
Ada Black Hole di Tata Surya Kita?
Siap-Siap! 26 Desember 2019 Gerhana Matahari Cincin Muncul di Indonesia
SeaBubble Uji Coba Taksi Air di Prancis
UFO Ditemukan, Dikonfirmasi Angkatan Laut AS Namun Dibantah Ilmuwan

Topik berita Terkait:
  1. Astronot
  2. Penelitian Luar Angkasa
  3. NASA
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini