Bumikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, SDGs Media Compact Indonesia Diluncurkan
Merdeka.com - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas melalui Sekretariat Koordinasi Nasional TPB/SDGs Indonesia meluncurkan SDGs Media Compact Indonesia untuk edukasi dan literasi SDGs dengan bahasa mudah dicerna publik supaya bisa dipahami masyarakat.
SDGs Media Compact merupakan program global di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Salah satu agenda SDGs di Indonesia adalah pentingnya akses internet dan pendidikan digital.
Anggota atau peserta SDGs Media Compact Indonesia adalah institusi media di Indonesia yang berkomitmen meningkatkan jumlah berita yang berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Media yang terlibat dapat mengakses informasi langsung di Sekretariat SDGs Indonesia dengan berkoordinasi komunikasi publik spesialis SDGs Indonesia.
Peluncuran SDGs Media Compact ini dilakukan secara daring sambil webinar, kemarin siang (5/12). Webinar tersebut dapat diakses melalui laman http://media-sdgs.id termasuk informasi umum mengenai SDGs Media Compact Indonesia dan formulir untuk bergabung dalam SDGs Media Compact.
Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala Sekretariat SDGs Indonesia, menjelaskan Media Compact Indonesia ini diluncurkan untuk merespons SDGs Media Compact yang sudah diluncurkan secara internasional oleh PPB.
"SDGs Media Compact Indonesia diluncurkan karena baru satu media Indonesia yang terdaftar di SDGs Media Compact United Nations (UN) sehingga kami merasa perlu untuk membuat versi Indonesia supaya kita tidak ketinggalan secara global," ujar Amalia, yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Kementerian PPN/Bappenas Bidang Sinergi Ekonomi, saat peluncurannya, Sabtu siang (5/12).
Menurutnya, SDGs Media Compact diperlukan untuk literasi sekaligus edukasi agenda dan target SDGs di Tanah Air. Konsep pembangunan berkelanjutan global ini mesti ditulis dengan bahasa awam yang mudah dimengerti oleh publik. Inilah salah satu tantangan SDGs di Indonesia yang mesti dipecahkan oleh SDGs Media Compact.
Harapannya, SDGs Media Compact ini bisa membantu pemerintah mencapai agenda dan target SDGs di Indonesia, misalnya memecahkan masalah kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Apalagi kala pandemi Covid-19 masih menerjang Indonesia, SDGs Media Compact mesti aktif meningatkan kesadaran publik sehingga berkontribusi aktif terhadap pencapaian-pencapaian target SDGs di Indonesia.
"Target jangka pendek SDGs di Indonersia saat ini adalah mendukung pengendalian pandemi Covid-29 secara masih, serta menekan dampak sosial dan ekonominya. Misalnya pada 2021, kami turut mendukung target pemeintah RI mencapai pertumbuhan ekonomi 5 persen," paparnya.
Amalia kembali menegaskan pentingnya peran media untuk menyederhanakan bahasa SDGs sehingga bisa dipahami masyarakat. Misalnya, edukasi para pelajar tingkat SD untuk tidak menggunakan botol plastik dan bawah botol minum sendiri (tumbler) sebagai upaya mencapai gol 14 SDGs.
"Cara-cara sederhana inilah yang kita butuhkan untuk informasi dan edukasi masyarakat bahwa SDGs adalah tujuan kita bersama dan ada di sekeliling kita," pungkas dia.
Pentingnya Pendidikan Digital
Pada kesempatan yang sama, peluncuran dan webinar ini juga dihadiri oleh Duta SDGs Indonesia Billy Mambrasar, yang juga Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi dan Alissa Wahid, putri sulung Presiden Indonesia ke-4, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

©2020 Merdeka.com
Sebagai Duta SDGs, Alissa Wahid sangat mengikuti isu-isu pembangunan berkelanjutan sebelum 2015. Dia sangat aktif mengkampanyekan isu–isu pendidikan dan keluarga seperti pentingnya relasi dalam keluarga, pendidikan dan kesehatan keluarga, serta isu perkawinan anak.
"SDGs ini bukan tugas pemerintah semata, melainkan tentang kita, masyarakat Indonesia. Ini adalahnya upaya bersama untuk kemajuan dan tidak meninggalkan siapa pun di dunia ini," katanya.
Sementara Billy Mambrasar menyampaikan mengenai pentingnya pendidikan digital di Indonesia yang dikaitkan dengan SDGs.
Maka itu, Billy mendorong peningkatan akses internet untuk menjangkau daerah terluar dalam hal Pendidikan. Selain ikut mengkampanyekan agenda SDGs, Billy juga melakukan upaya advokasi untuk penerapan kebijakan transformasi penerapan digital sehingga tujuan pebangunan berkelanjutan dapat dicapai.
(mdk/sya)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya