Pemerintah ancam 'telegramkan' Whatsapp jika bandel tak hapus GIF porno

Senin, 6 November 2017 14:42 Reporter : Fauzan Jamaludin
Pemerintah ancam 'telegramkan' Whatsapp jika bandel tak hapus GIF porno Ilustrasi WhatsApp. © Deccan Chronicle

Merdeka.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) akan menindak tegas bila aplikasi perpesanan WhatsApp tak memedulikan suratnya. Surat itu terkait dengan permintaan pemerintah untuk membersihkan konten GIF yang menjurus pornografi di platform mereka. Tindakan tegas itu berupa pemblokiran. Batas waktu yang diberikan pemerintah kepada pihak WhatsApp yakni pada hari Rabu mendatang.

"Kalau tidak dilakukan, kami akan 'telegramkan' WhatsApp," ujar Dirjen Aplikasi dan Informatika (APTIKA), Kemkominfo, Semuel A. Pangerapan saat konferensi pers di Gedung Kemkominfo, Jakarta, Senin (6/11).

Menurutnya, semenjak masyarakat melaporkan terkait konten tersebut pada Minggu (5/11) pagi, Kemkominfo telah bergerak cepat dengan mengirimkan surat kepada pihak WhatsApp. Total sudah tiga kali pemerintah mengirimkan surat sejak ramai konten tersebut. Mulai dari Minggu malam, Senin dini hari, dan Senin pagi tadi.

"Karena perbedaan waktu, jadi agak lama. Tapi mereka bilang tidak bisa melakukan penanganan langsung, karena harus menunggu. Bagi kami, kalau dikasih notice harusnya segera di-take down. Makanya, kami beri waktu selama 2x24 jam harus direspon. Kalau tidak kami blokir web dan aplikasinya," terang dia.

Pada dasarnya, kata pria yang akrab disapa Semmy ini, WhatsApp bukanlah yang memproduksi konten-konten GIF. Namun ada pihak ketiga seperti Giphy.com dan Tenor.com yang menyuplai seluruh konten yang ada di GIF WhatsApp.

"Layanannya mereka itu terkoneksi dengan WhatsApp tetapi WhatsApp juga tak boleh diam diri. Mereka harus melakukan pembersihan atau menegur dan menindaklanjuti soal ini," ungkapnya.

Diakuinya, pemerintah tak hanya menghubungi pihak WhatsApp semata, melainkan pula pihak-pihak ketiga yang membuat konten GIF di aplikasi itu. Dari pihak ketiga itu, diketahui hanya giphy.com yang merespons surat dari pemerintah untuk membersihkan konten-konten berbau pornografi. Namun, tidak dilakukan tenor.com. Alhasil, pemerintah memutuskan untuk memblokir Domain Name System (DNS) Tenor.com.

"Ada 6 DNS Tenor yang kami minta operator telekomunikasi untuk diblokir," kata dia. 6 DNS tenor itu antara lain Tenor.com, Api.tenor.com, Blog.tenor.com, Qa.tenor.com, Media.tenor.com, dan Media1.tenor.com. [tsr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini