AS Duga Huawei Sempat Berencana Curi Teknologi Kompetitor
Merdeka.com - Berdasarkan laporan terabru dari Pemerintah AS, tuduhan Amerika Serikat terhadap Huawei ternyata makin serius dan meluas.
Setelah disebut menggunakan teknologinya untuk mata-mata, AS kini menuduh Huawei memang memiliki rencana untuk mencuri teknologi perusahaan AS.
Dikutip dari BBC via Tekno Liputan6.com, jaksa penuntut menyebut Huawei telah melanggar kerja sama dengan perusahaan AS dan mencuri sejumlah informasi rahasia, termasuk source code dan teknologi robot.
Salah satu perusahaan yang disebut menjadi korban pencurian adalah T-Mobile. Tidak hanya itu, AS juga menyebut Huawei menawarkan bonus pada para karyawannya yang berhasil mencuri informasi dari perusahaan kompetitor.
"Akibat dari ajakan perusahaan untuk mencuri teknologi dan properti intelektual kompetitornya, membuat Huawei mampu mengurangi biaya riset dan pengembangan, sehingga ada ketidakadilan dalam kompetisi," tutur gugatan tersebut.
Gugatan ini dilayangkan pemerintah AS di pengadilan federal beberapa waktu lalu. Kehadiran gugatan baru ini sekaligus menandakan masih panjangnya proses perseteruan pemerintah AS dengan Huawei.
Huawei sendiri menyebut gugatan baru itu mengada-ada dan akan membuktikan bahwa tuduhan tersebut tidak benar.
Raksasa teknologi Tiongkok tersebut juga mengatakan bahwa gugatan yang dilayangkan bukan lagi soal hukum, tapi persaingan bisnis.
Sumber: Liputan6.comReporter: Agustinus Mario Damar
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya