APJATEL: Sinergi sukseskan program pita lebar

Jumat, 20 April 2018 10:54 Reporter : Fauzan Jamaludin
APJATEL. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) sepakat mengembangkan jaringan telekomunikasi untuk masa depan. Kesepakatan itu diperkuat saat Musyawarah Nasional (Munas) APJATEL pada Kamis (19/4) kemarin.

Ketua APJATEL Lukman Adjam mengatakan, bahwa dalam kegiatan ini, peserta Munas-II APJATEL dapat menyatukan aspirasinya dan bersinergi dalam pengembangan jaringan telekomunikasi di masa yang akan datang serta menyelaraskan visi dan misi bersama.

"Munas-II APJATEL diharapkan menghasilkan kesepakatan para anggota untuk saling bekerjasama dalam pemanfaatan infrastruktur pasif jaringan telekomunikasi yang dimiliki oleh masing-masing anggota APJATEL sebagai upaya percepatan penetrasi jaringan fixed broadband bagi masyarakat Indonesia," kata Lukman dalam keterangan persnya, Jumat (20/4).

Dikatakannya, APJATEL memiliki dua program utama dalam menyukseskan pembangunan Rencana Pita Lebar Indonesia. Program pertama adalah dengan mendorong Pemerintah Daerah seperti BUMD atau BLUD-nya untuk menjadi penyelenggara utililtas terpadu infrastruktur pasif jaringan telekomunikasi dalam bentuk ducting/tiang Bersama, Micro Cell Pole (MCP), dan Menara Telekomunikasi.

Kepala Daerah dapat melakukan proses "Penunjukan Langsung Penugasan Pemerintah" kepada BUMD atau BLUD nya berpedoman pada PP No. 27 Tahun 2017 dan Perpres 96 Tahun 2014.

Kemudian program kedua adalah mempersiapkan sumber daya manusia yang akan mengoperasikan sarana dan prasarana jaringan fixed broadband berbasis teknologi jaringan kabel fiber optik. APJATEL bersama Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah sepakat untuk menyiapkan 10.000 lulusan SMK Program Studi Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) untuk menjadi teknisi yang memiliki kompetensi di bidang teknologi jaringan kabel fiber optik.

Usaha pemerataan penetrasi jaringan telekomunikasi pita lebar saat ini difokuskan oleh APJATEL pada wilayah kecamatan dan desa yang ada di Pulau Jawa dan Bali. Hal ini berdasar pada hasil survei APJII di tahun 2017 yang menyatakan bahwa lebih dari separuh atau 58,08 persen pengguna internet di Indonesia berada di Pulau Jawa, dan sebesar 5,63 persen berada di Bali dan Nusa Tenggara.

Saat ini, seluruh perusahaan anggota APJATEL (33 Perusahaan) telah menggunakan teknologi serat optik, antara lain Moratelindo, FiberStar, MNC Play, Biznet, CBN, iForte dan lain-lain. Layanan internet yang menggunakan jaringan kabel serat optik memungkinkan kapasitas bandwidth yang besar dan andal. Perusahaan-perusahaan ini telah sanggup menghadirkan layanan konvergensi yang menggabungkan layanan telekomunikasi, internet, TV/penyiaran dan multimedia.

"Selain pembahasan upaya percepatan pencapaian Rencana Pita Lebar Indonesia, peserta Munas juga membahas isu keamanan siber serta keamanan kelengkapan sarana dan prasarana jaringan siber," terangnya. [ara]

Topik berita Terkait:
  1. Internet
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini