9 Kasus peretasan di wilayah Indonesia

Jumat, 21 Juni 2013 10:31 Reporter : Dwi Andi Susanto
9 Kasus peretasan di wilayah Indonesia Ilustrasi © 2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Peretasan memang bukan hal yang baru untuk saat ini. Ada banyak kasus peretasan yang terjadi di Indonesia sejak beberapa tahun lalu sampai sekarang.

Untuk sebagian orang awam, kata atau nama hacker atau peretas selalu identik dengan seseorang yang melakukan hal-hal yang berkonotasi negatif. Namun, bagi yang sudah mengerti akan bagian atau kategori-kategori dalam dunia hacking akan dapat lebih mudah membedakan mana hacker dalam kategori hitam dan mana yang putih.

Sejak beberapa tahun terakhir, banyak kasus peretasan yang terjadi di lingkup Indonesia. Namun, hanya beberapa di antaranya yang mengharuskan pihak kepolisian turun tangan untuk menangkap pelakunya.

Memang ada banyak sekali kasus peretasan yang terjadi di lingkup wilayah Indonesia, namun daftar berikut ini hanyalah segelintir kasus yang pernah terjadi.

Berikut beberapa kasus peretasan yang pernah heboh untuk wilayah Indonesia saja.

2 dari 10 halaman

XNUXER aka SCHIZOPRENIC

schizoprenicKasus peretasan di Indonesia. ©2013 Merdeka.com

Pada tanggal 15 April 2004 silam, seorang peretas kawakan dengan inisial Xnuxer atau juga kadang dikenal dengan nama Schizoprenic berhasil temukan lubang di situs TNP-KPU.

Dia melakukan uji coba terhadap sistem keamanan di situs Tnp.Kpu.go.id dengan menggunakan XSS (cross site scripting) dari IP 202.158.10.117.

Setelah berhasil temukan kelemahan di situs tersebut, pada tanggal 16 April 2004, Xnuxer berhasil menembus sisi pengaman website itu dengan menggunakan SQL Injection.

Dia mengubah nama-nama partai yang ada di dalam database TNP-KPU dengan nama buah-buahan. Akhirnya, pada tanggal 21 April 2004 pukul 14.30 WIB, dia tangkap Satuan Cyber Crime Direktorat Reserse Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya dan resmi di tahan pada tanggal 24 April 2004 sekitar pukul 17:20 di Jakarta.

Xnuxer yang memiliki nama asli Dani Firman Syah ini harus menjalani hukuman di dalam penjara selama 6 bulan 21 hari.

3 dari 10 halaman

Iqra Syafaat

9 kasus peretasan di wilayah indonesiaKasus peretasan di Indonesia. ©2013 Merdeka.com

Sekitar tanggal 09 Juli 2006 lalu, secara tiba-tiba tampilan website resmi Golkar.or.id berubah. Di halaman depan situs itu, tampak gambar gorila putih yang tersenyum. Di bagian bawahnya terdapat foto artis Hollywood dengan pose yang seronok serta tulisan "Bersatu untuk malu."

Dikarenakan tampilan situs telah diubah paksa, maka pada tanggal 17 Juli 2006, secara resmi DPP Partai Golkar melaporkan hal tersebut ke kepolisian.

Setelah melakukan penyelidikan, akhirnya pada tanggal 01 Agustus 2006, pihak kepolisian berhasil menangkap sang pelaku yang diketahui bernama Iqra Syafaat atau juda dikenal dengan nama Nogra.

Menurut divisi Cyber Crime Bareskrim Mabes Polri, Iqra dikenai pasal 50 juncto pasal 22 huruf c, UU nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi, dan pasal 406 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

4 dari 10 halaman

Aria Killnine aka arianom

aka arianomKasus peretasan di Indonesia. ©2013 Merdeka.com

Menjelang peringatan HUT Republik Indonesia yang ke-65, ada satu kasus peretasan yang berhasil melumpuhkan sedikitnya 71 situs lokal secara hampir bersamaan.

Dari penjelasan di beberapa forum hacker, aksi tersebut dilakukan oleh peretas yang menamakan dirinya Aria Killnine atau biasa disebut juga dengan nama arianom, seorang pendiri komunitas KiLL-9 CrEw.

Dari banyaknya situs yang berhasil dilumpuhkan tersebut, mayoritas adalah website-website pemerintah.

5 dari 10 halaman

Wildan Yani S Hari

s hariKasus peretasan di Indonesia. ©2013 Merdeka.com

Pada tanggal 09 dan 10 Januari 2013 lalu, seorang lulusan SMK Teknik Bangunan dan bekerja di sebuah warnet berhasil melumpuhkan situs presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Presidensby.info.

Dari aksinya tersebut, tampilan website berubah. Tidak membutuhkan waktu yang lama, akhirnya sang pelaku berhasil diringkus pihak kepolisian.

Dari penangkapan tersebut, Wildan kabarnya akan dijatuhi hukuman 6 sampai 12 tahun penjara dengan denda sebesar 12 miliar. Namun, kabar terbaru yang dilansir oleh surat kabar lokal menjelaskan bahwa Wildan hanya dikenai hukuman penjara selama 6 bulan saja.

Berita terkait:

Lulusan SMK acak-acak situs resmi Presiden SBY
Wildan, lulusan STM peretas situs SBY total kerjai 5.320 situs
Situs SBY bobol, salah defacer atau sistemnya?
Anonymous lancarkan serangan ke situs pemerintah Indonesia
Petisi untuk hacker pembobol situs Presiden SBY
Peretasan situs-situs pemerintah rugikan publik

6 dari 10 halaman

OpFreeWildan

9 kasus peretasan di wilayah indonesiaKasus peretasan di Indonesia. ©2013 Merdeka.com

Setelah ditangkapnya Wildan oleh pihak kepolisian, memantik reaksi dari berbagai pihak, khususnya para hacker lainnya. Akhirnya, tanpa komando khusus, beberapa situs pemerintah atau website-website dengan domain gov.id berhasil dilumpuhkan.

Serangan terhadap website pemerintah tidak hanya berasal dari Indonesia saja, beberapa peretas dunia juga ikut melancarkan aksinya. Untuk menyeragamkan aksinya, hashtag yang 'resmi' digunakan adalah #OpFreeWildan.

Menurut twit yang beredar pada waktu itu, lebih dari 500 situs perintah berhasil rontok. Kabarnya, dari serangan-serangan tersebut, tidak ada pihak yang berhasil
ditahan.

Berita terkait:

Peretasan situs-situs pemerintah rugikan publik
Serangan terhadap website pemerintah tetap gencar
Tidak hanya di Twitter, #OpFreeWildan juga muncul di Facebook
Apa yang perlu dibanggakan atau diributkan dari kasus Wildan?
Mulai ngawur, serangan #OpFreeWildan juga hajar forum hacker
Anonymous nyatakan #OpFreeWildan telah selesai

7 dari 10 halaman

Penolakan sistem Ujian Nasional

ujian nasionalKasus peretasan di Indonesia. ©2013 Merdeka.com

Penolakan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) muncul. Sebanyak 12 situs pendidikan milik pemerintah dan swasta dibajak oleh cracker.

Informasi yang dihimpun, Minggu (7/4), UN akan diselenggarakan pada Senin, 15 April 2013 hingga Kamis, 18 April 2013. Kemudian ada UN susulan yang digelar pada Senin, 22 April 2013 sampai Kamis, 25 April 2013.

Cracker yang membajak situs tersebut menilai UN bukan solusi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Tidak adil jika nilai ujian selama empat hari dari 12 tahun mengenyam pendidikan. Cracker ini menuliskan pesan yang sama pada 12 situs yang dibajak.

Berita terkait:

Tolak UN, cracker bajak 12 situs pemerintah

8 dari 10 halaman

Situs kepolisian diusili hacker

diusili hackerKasus peretasan di Indonesia. ©2013 Merdeka.com

Setelah banyak situs pemerintah yang berhasil dilumpuhkan oleh gabungan hacker-hacker Indonesia juga ada yang dari luar negeri, beberapa bulan setelahnya, aksi peretasan dengan target situs kepolisian terjadi.

Memang berulang kali pihak IT kepolisian berhasil kembalikan tampilan dan segala sesuatunya seperti semula, namun berulang kali pula tampilan bahkan salah satu domain situs kepolisian kembali diusili.

Aksi ini masih merupakan buntut panjang atas kasus Wildan 'sang peretas situs Presiden SBY.' Dari serangan-serangan tersebut, ada 4 situs resmi kepolisian yang tumbang dan tidak dapat diakses.

Berita terkait:



Wildan, peretas situs SBY jebolan SMK diancam penjara 10 tahun
Hukuman terhadap hacker lebih berat dibanding penghilang nyawa?
Diserang peretas, situs Divkum Polri lumpuh 4,5 jam
Jember Hacker Team kembali beraksi, tidak kapok?
Dalam satu hari, 2 website Kepolisian Republik Indonesia tumbang
Muncul ajakan meretas situs Polri secara massal di Facebook
Situs Polri kembali diretas, balas dendam vonis terhadap Wildan
Disusupi peretas, situs polri.go.id tumbang semalaman
Situs Polri kembali diretas, RI siaga cyber crime
Situs Polri masih tumbang, APJII siap lacak peretas
Hacker sudah muak akan wajah hukum Indonesia
Situs penerimaan Polri sasaran peretas selanjutnya
ID-SIRTII: Polri tak membuka diri meski situsnya lumpuh 4 hari
Situs Polri diacak-acak hacker, Kapolri kesal
Drama 7 hari peretasan situs Polri berakhir
Situs Polri yang diretas masih belum pulih benar

9 dari 10 halaman

Peretasan terkait kenaikan harga BBM

kenaikan harga bbmKasus peretasan di Indonesia. ©2013 Merdeka.com

Banyak cara untuk menyampaikan aspirasi terkait dengan penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Bila mahasiswa dan buruh memilih cara demonstrasi turun ke jalan, para peretas dunia maya memilih cara yang berbeda.

Adalah situs Kementerian Pertanian, KPUD Jakarta, situs partai PAN yang menjadi sasaran peretas yang menamakan dirinya xcrotz feat Om-jin. Tidak hanya situs partai saja, beberapa situs pemerintahan juga berhasil dilumpuhkan.

Dalam tampilan halaman depan yang telah diubah, peretas menuliskan pesan, "Ini cara kami pak!! Untuk Demo!! Bukan seperti mahasiswa/activis yang pola pikir tidak jernih merusak fasilitas negara dan warga jadi korban!!! Woy mahasiswa lu itu calon cerminan masyarakat apa!! Preman!!!."

Berita terkait:

Menolak Kenaikan Harga BBM, Hacker Serang Situs Kementan

10 dari 10 halaman

Situs Partai Keadilan Sejahtera (PKS) lumpuh

keadilan sejahtera pks lumpuhKasus peretasan di Indonesia. ©2013 Merdeka.com

Ternyata kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ditanggapi berbagai macam. Setelah beberapa situs pemerintah diretas sebagai tanda tidak setuju, kini situs PKS juga berhasil dirontokkan.

Sejak wacana pemerintah menaikkan harga BBM, Partai keadilan Sejahtera (PKS) menjadi satu-satunya anggota partai koalisi yang menolak kebijakan tersebut.

Namun, penolakan tersebut mendapat tanggapan sinis dari peretas yang menyerang dua situs PKS hari ini (20/06). Dedemit dunia maya itu seakan mengajak orang mengingatkan kembali pada sejumlah kasus korupsi yang menerpa kader dan petinggi partai tersebut.

Terdapat beberapa pesan yang diusung para peretas, salah satunya adalah, "Lagi Cari Simpati Publik yak pak? :D. Partai Koalisi kok beda argument :D. Masyarakat tidak buta =))."

Berita terkait:

Dianggap cari muka, situs PKS dilumpuhkan hacker indonesia

[das]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Hacker
  3. Peretas
  4. Website
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini