Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

6 Cara jenius ilmuwan ciptakan listrik gratis, tapi gagal

6 Cara jenius ilmuwan ciptakan listrik gratis, tapi gagal Cara jenius ilmuwan ciptakan listrik gratis tapi gagal. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Listrik gratis adalah sebuah konsep yang tentu menarik. Sayangnya, hal ini tak pernah terjadi di belahan dunia mana pun. Sampai saat ini, kebutuhan kita akan listrik mengharuskan kita bayar untuk mendapat pasokan listrik per bulannya.

Meski demikian, ilmuwan bukan tidak memperjuangkan hal ini. Banyak sudah upaya yang dilakukan untuk membuat sumber energi listrik yang bisa dimanfaatkan secara luas dengan harga murah hingga gratis. Sayangnya upaya tersebut tak terlihat atau hilang begitu saja.

Upaya besar maupun yang kecil, sudah dilakukan oleh Ilmuwan. Paling tidak kita harus sedikit menghargai berbagai jasa mereka yang bermaksud memberi kemudahan energi yang murah untuk kita. Berikut daftarnya.

Mengisi daya smartphone dengan petir

Salah satu hal paling menyebalkan dari memiliki smartphone adalah kita harus mengecasnya setiap saat. Terlebih lagi, waktu pengisian dayanya yang lama. Sebagian besar masalah ini sebenarnya sudah teratasi dengan cepatnya fitur fast charging. Meski demikian, Nokia sempat sedikit leih di depan.

Nokia bersama Microsoft pada beberapa tahun lalu membuat solusi gratis untuk mengisi daya smartphone. Hal ini dilakukannya bekerja sama dengan Unicersity of Southampton dengan membuat charger bertenaga petir!

Hal ini dilakukan dengan cara membuat baut yang terkontrol dengan aman, untuk membuat petir buatan dan langsung menyalurkannya dengan baterai. Dalam tahap uji coba, hal ini berhasil dilakukan. Masalahnya, teknologi ini tak bisa diproduksi secara masal karena terlalu rumit.

Smartphone bertenaga urin

Kita sudah mengetahui ada beberapa aspek yang bisa memanfaatkan urin jadi sesuatu yang berguna. Namun ternyata teknologi pun juga bisa memanfaatkan urin. Seperti yang dilakukan para peneliti dari University of Bristol yang menggunakan urin sebagai suber tenaga.

Hal ini dilakukan dengan cara membuat sel bahan bakar yang berbasis bakteri yang dapat memecah bahan kimia dalam urin. Proses tersebut mampu membangun muatan listrik yang kemudian disimpan dalam kapasitor.

Tenaga baterai ini terbukti bisa digunakan untuk menyalakan sebuah ponsel yang kemudian bisa digunakan browsing internet dan SMS. Masalah terbesarnya hanya kapasitor baterainya memiliki ukuran sebesar aki mobil.

Lampu bertenaga bakteri

Bakteri tentu sudah banyak yang dimanfaatkan oleh manusia. Namun kali ini, bakteri digunakan untuk menghasilkan energi listrik.

Hal ini dilakukan oleh mahasiswa pascasarja di University of Wisconsin, yang mengembangkan sebuah alat bernama Biobulb yang mampu menghasilkan cahaya murni dari kekuatan bakteri.

Bakteri yang terlibat adalah bakteri E. coli, yang telah direkayasa ulang dengan gen untuk bioluminesen. Setelah hal ini dilakukan, bakteri yang terkandung di dalamnya akan bercahaya seperti kunang-kunang ataupun ubur-ubur. Cahayanya pun akan terisi ulang dengan cahaya sekitar. Tentu praktik yang mahal membuat teknologi ini hanya sekedar uji coba saja.

Motor bertenaga partikel yang bisa berubah bentuk

Melansir sebuah artikel dari Next New Energy, disebut terdapat materi atau senyawa baru yang memiliki kemampuan untuk berubah bentuk, lalu kembali ke bentuk sebelumnya. Senyawa tersebut berkontraksi saat terkena sinar ultraviolet dan mengembang kembali ke ukuran aslinya saat terpapar cahaya normal. Hal ini bisa terjadi selama 30 jam terus menerus.

Yang menarik adalah partikel tersebut merupakan sumber tenaga alami karena kemampuannya berubah bentuk dan material. Setelah diuji, pertikel ini mampu memberi tenaga sebuah motor yang bisa menggerakkan tirai membuka dan menutup.

Meski demikian, kita tak bisa mengontrol jumlah dayanya karena tenaga yang dihasilkan sangat bergantung dari suhu.

Energi panas tubuh

Seorang ilmuwan bernama Ann Makosiniki berhasil membuat alat bernama ubin Peltier, untuk mendapatkan energi thermal yang melekat di tangan manusia untuk mengalirkan listrik. Energi dari sekedar tangan manusia sudah cukup untuk menyalakan senter.

Selain Ann, ada sekelompok peneliti dari Southampton’s Electronic and Computer Science Department yang mengembangkan sebuah materi yang memanfaatkan panas di celana untuk mengubahkan jadi listik. Alat ini peka terhadap hangat dan kenergi thermal bisa diubah jadi aliran listrik. Kekuatan baterai ini bisa mengisi daya smartphone.

Transfer listrik nirkabel

Mungkin upaya terbesar membuat listrik gratis datang dari sang penemu terkenal dunia, Nikola Tesla.

Secara sukses dan terdokumentasi dengan baik, ia berhasil mentransfer listrik secara nirkabel. Ia mengklaim akan mampu memperkuat temuannya dengan bisa memberi pasokan listrik pada suatu area tertentu hanya dengan menara tunggal.

Meski demikian, Tesla tak mampu lagi mendanai temuan ini, dan berbagai prototip dan rencananya mendadak lenyap. Mimpi untuk memiliki listrik gratis lenyap sudah.

(mdk/idc)
ATAU
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Ilmuwan Akhirnya Punya Jawaban Mengapa Manusia Tidak Berumur 200 Tahun

Ilmuwan Akhirnya Punya Jawaban Mengapa Manusia Tidak Berumur 200 Tahun

Ilmuwan Akhirnya Punya Jawaban Mengapa Manusia Tidak Berumur 200 Tahun

Baca Selengkapnya icon-hand
Temuan Dari Luar Angkasa Ungkap Piramida Mesir Dibangun Menggunakan Air

Temuan Dari Luar Angkasa Ungkap Piramida Mesir Dibangun Menggunakan Air

Jalur air yang kini telah mengering di Giza kemungkinan besar dimanfaatkan sebagai jalur transportasi.

Baca Selengkapnya icon-hand
Teleskop James Webb Temukan Galaksi Penuh Debu yang Sulit Dikenali

Teleskop James Webb Temukan Galaksi Penuh Debu yang Sulit Dikenali

Teleskop luar angkasa, James Webb berhasil menangkap sebuah objek berbentuk galaksi yang redup.

Baca Selengkapnya icon-hand
Lima Badak Terbang dari Afrika Selatan, Jadi Penumpang VIP Pesawat

Lima Badak Terbang dari Afrika Selatan, Jadi Penumpang VIP Pesawat

Badak-badak ini terbang naik pesawat dari Limpopo, Afrika Selatan, melalui Zambia dan Burundi, kemudian ke Zakouma.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mengenal Bakteri Shigella yang Buat Tentara Israel Terkena Wabah Penyakit

Mengenal Bakteri Shigella yang Buat Tentara Israel Terkena Wabah Penyakit

Wabah penyakit mulai menjangkiti tentara Israel. Banyak di antaranya parah.

Baca Selengkapnya icon-hand
Beda dengan Mesir Kuno, 22 Mumi di Peru Ditemukan Terbungkus Kain, Isinya Bikin Merinding

Beda dengan Mesir Kuno, 22 Mumi di Peru Ditemukan Terbungkus Kain, Isinya Bikin Merinding

Mumi di Mesir kuno biasanya diletakkan langsung di dalam peti mati, dengan penutup bergambar orang yang meninggal tersebut.

Baca Selengkapnya icon-hand
Seperti Burung, Ayam Juga Punya Sayap tapi Kenapa Tidak Bisa Terbang? Ini Penjelasan Ilmuwan

Seperti Burung, Ayam Juga Punya Sayap tapi Kenapa Tidak Bisa Terbang? Ini Penjelasan Ilmuwan

Begini penjelasan ilmiah dari seorang ilmuwan mengapa ayam yang memiliki sayap tapi tidak bisa terbang seperti burung.

Baca Selengkapnya icon-hand
Teknologi Laser Ungkap Jalan Aspal di Tengah Hutan, Dibangun Bangsa Maya 1200 Tahun Lalu

Teknologi Laser Ungkap Jalan Aspal di Tengah Hutan, Dibangun Bangsa Maya 1200 Tahun Lalu

Teknologi LIDAR memungkinkan arkeolog untuk mempelajari dan melestarikan situs tanpa menimbulkan kerusakan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Nyamuk Jantan Ternyata Pernah Jadi Serangga Penghisap Darah, Temuan Fosil Tertua Berusia 145 Juta Tahun Ini Buktinya

Nyamuk Jantan Ternyata Pernah Jadi Serangga Penghisap Darah, Temuan Fosil Tertua Berusia 145 Juta Tahun Ini Buktinya

Saat ini diyakini yang menghisap darah hanya nyamuk betina.

Baca Selengkapnya icon-hand
Ada Kota Metropolitan Kuno di China yang Letaknya di Dasar Danau seperti Dongeng, Begini Kisahnya

Ada Kota Metropolitan Kuno di China yang Letaknya di Dasar Danau seperti Dongeng, Begini Kisahnya

Berikut adalah kisah nyata tentang kota metropolitan kuno di dasar danau China.

Baca Selengkapnya icon-hand
Gua Buatan Bangsa Viking Ditemukan di Islandia, Fungsinya untuk Kandang Ternak

Gua Buatan Bangsa Viking Ditemukan di Islandia, Fungsinya untuk Kandang Ternak

Gua ini jauh lebih besar dan luas dari perkiraan sebelumnya.

Baca Selengkapnya icon-hand