4 Usaha unik astronot agar bisa tidur nyenyak di luar angkasa
Merdeka.com - Di Bumi, tidur merupakan aktivitas rutin yang sangat mudah dilakukan oleh sebagian besar orang. Namun lain ceritanya di luar angkasa, astronot harus melakukan hal-hal spesial agar bisa bermimpi indah.
Seperti yang dikisahkan oleh mantan pimpinan misi STS-117 di stasiun luar angkasa ISS, C.J Rick Sturckow. Rick mengatakan bila astronot tidak bisa tidur seenaknya di dalam ISS. Mengingat tidak ada gravitasi, astronot bisa melayang dan menabrak banyak perlengkapan bila tidak sengaja tertidur. Jadi, astronot Rick harus melakukan hal-hal ini.
Tidur pakai kantung yang diikat
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comUntuk mencegah hal-hal berbahaya terjadi, ISS dilengkapi dengan alat khusus berupa kantung tidur yang didesain spesial untuk tidur di luar angkasa. Pembuatnya diakui adalah ilmuwan Rusia.
Kantung tidur itu bisa dipindah-pindah dan dilengkapi dengan empat tali yang nantinya akan dikaitkan dengan pengaman yang ada di ISS. Dengan begitu, posisinya tidak akan berubah.
"Kami mempunyai kantung tidur buatan Rusia yang hanya perlu dikaitkan di empat sudut suatu tempat di ISS. Hal itu bisa mencegah kami dari melayang-layang saat tidur," ujar Rick.
Pilih tidur dekat langit-langit
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comAstronot Amerika itu juga mempunyai tips khusus agar bisa tidur lebih lega, yakni memilih tidur di dekat langit-langit ruangan. Mengapa?
Menurut Rick, posisi langit-langit dekat dengan pendingin ruangan atau AC. Hembusan angin dari AC dinilai bisa membantu Rick terus mendapat suplai oksigen dan membuang jauh-jauh gas karbondioksida yang dia hembuskan. Ini cukup penting mengingat di ISS, oksigen adalah barang yang paling dibutuhkan.
Pakai celana jeans sampai topi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comTetapi, tidur dekat AC tidak bisa dilakukan oleh semua astronot. Sebab, banyak yang ternyata merasa luar angkasa itu sangat dingin. Rick juga mengakui bila banyak astronot yang rela tidur dengan menggunakan pakaian berlapis (bahkan topi) hanya untuk tetap hangat selama terlelap dalam kantung tidur.
Menariknya, saat tertidur di luar angkasa, kepala akan tetap tegak meskipun si astronot sudah tertidur. Ya, walaupun sudah terantuk, kepala astronot akan kembali tegak akibat tidak adanya gravitasi. Ini mirip dengan saat Anda mencoba 'merebahkan diri' saat berenang.
Baca buku
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comRick menceritakan buku adalah salah satu 'obat tidur' paling mujarab bagi astronot. Hampir semua malamnya diakui berakhir dengan membaca.
Menariknya, ada kejadian unik saat dirinya tertidur pasca membaca buku. Saat buku itu tidak sengaja terlepas dari tangannya, maka buku itu tidak akan pergi kemana-mana. Buku itu akan tetap melayang di sampping Rick sampai dirinya terbangun. Sekali lagi, semua itu berkat absennya gravitasi.
Sumber: NASA, Gizmodo
(mdk/bbo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya