Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tari Rateb Meuseukat, Seni Tradisional Aceh yang Kental dengan Nuansa Islam

Tari Rateb Meuseukat, Seni Tradisional Aceh yang Kental dengan Nuansa Islam Tari Rateb Meuseukat Khas Aceh. ©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Provinsi Aceh memiliki berbagai kesenian tradisional yang sampai sekarang masih terus lestari. Beberapa kesenian di antaranya merupakan hasil perpaduan antara budaya lokal dan juga agama Islam, salah satunya adalah Tari Rateb Meuseukat.

Tarian ini berkembang di Kabupaten Nagan Raya, yang dahulunya merupakan bagian dari Kabupaten Aceh Barat, khususnya dalam lingkungan etnis Aceh. Eksistensi Tari Rateb Meuseukat ini berjalan beriringan dengan perkembangan masyarakat, sehingga berpotensi terjadinya perubahan.

Seni tradisional yang satu ini rupanya secara sekilas mirip dengan Tari Saman. Hanya saja yang membedakan Tari Ratem Meuseukat dengan Tari Saman terletak pada gerakan, syair lagu, pengiring, hingga penarinya.

Penasaran dengan kesenian tradisional khas Aceh Barat ini? Simak ulasannya yang dihimpun dari beberapa sumber berikut ini:

Asal Usul Nama

Melansir dari liputan6.com, penamaan Tari Rateb Meuseukat ini rupanya berasal dari Bahasa Arab yaitu "rateb" asal kata "ratib" yang artinya ibadah. Sedangkan Meuseukat berasal dari kata "sakat" yang berarti diam.

Gerakan dalam tarian ini diciptakan oleh anak Teungku Abdurrahim alias Habib Seunagan (Nagan Raya). Sementara itu syairnya diciptakan oleh Teungku Chik di Kala yang merupakan seorang ulama di Seunagan pada abad ke-19.

Pada awalnya, tarian Rateb Meuseukat dimainkan sesudah mengaji atau pelajaran agama saat malam hari. Tarian ini juga sebagai salah satu media penyebaran agama Islam atau media dakwah. Kemudian, tarian ini berkembang pesat salah satunya dipertunjukkan dalam upacara keagamaan dan hari-hari besar dan upacara pernikahan.

Tidak Menggunakan Alat Musik

Tari Rateb Meuseukat memiliki keunikan sendiri dibandingkan dengan tarian tradisional lainnya. Tarian ini tidak menggunakan alat musik sebagai media pengiringnya, melainkan menggunakan vokal yang dibawakan syahi dan anggota tubuh penari menjadi alat musiknya.

Melansir dari artikel "Keberadaan Tari Rateb Meuseukat Pada Masyarakat Aceh di Kabupaten Nagan Raya" karya Ulfatun Hasanah, tarian ini menyajikan sebuah gerakan seirama menggambarkan kekompakan, keuletan, kebersamaan, kekuatan, dan juga keselarasan.

Tak hanya itu, busana yang digunakan oleh para penari pun juga terlihat begitu mewah, dengan balutan motif-motif khas Aceh. Banyak orang masih menganggap tarian ini adalah Tari Saman. Padahal, Tari Rateb Meuseukat sendiri dibawakan dalam bahasa Aceh, sedangkan Tari Saman memakai bahasa Gayo.

Penuh Nuansa Islam

tari rateb meuseukat khas aceh

kikomunal-indonesia.dgip.go.id ©2023 Merdeka.com

Syair Tari Meuseukat memiliki isi dan kandungan yang kental dengan ajaran agama Islam. Terdapat sanjungan dan pujian kepada Allah SWT dan sanjungan kepada Nabi Muhammad SAW.

Tarian ini biasa dimainkan oleh wanita berjumlah mulai dari 6 sampai 12 orang penari. Ditambah dengan 2 orang yang berperan sebagai pelantun syair menggunakan Bahasa Aceh.

(mdk/adj)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP