Sopir Bus Asal Jakarta Tewas Dianiaya di Medan, Ini Motif Pelaku

Kamis, 2 Desember 2021 14:27 Reporter : Fatimah Rahmawati
Sopir Bus Asal Jakarta Tewas Dianiaya di Medan, Ini Motif Pelaku Sopir Bus Asal Jakarta Tewas Dianiaya di Medan, Ini Motif Pelaku. Instagram/@poldasumaterautara ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Nasib nahas dialami oleh seorang sopir bus asal Kalibata Jakarta, yang bernama Warso (45). Ia menjadi korban penganiayaan oleh seseorang saat berada di Jalan Sisimangaraja, Kota Medan pada Rabu (1/11), hingga tewas.

Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji mengungkapkan, korban tewas dengan luka robek di bagian kepalanya usai dianiaya oleh pelaku bernama LM alias PALAS (50), warga Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang.

Kasus ini pertama kali diketahui oleh kepolisian Polsek Patumbak, berdasarkan laporan dari Rumah Sakit Mitra Medika Medan tentang adanya mayat dengan kondisi yang mencurigakan yang diantar oleh sejumlah orang. Usai mendapat laporan itu, Unit Reskrim Polsek Patumbak langsung menuju ke rumah sakit untuk memeriksa.

Selanjutnya, petugas kepolisian melakukan pendalaman dan setelah didapatkan bukti yang cukup, diketahui pelaku yakni LM. Ia pun berhasil ditangkap petugas tak lama setelah kejadian tersebut.

Irsan mengatakan, motif pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban hingga tewas adalah karena dendam. Pelaku tidak suka dengan sikap korban yang dinilai sombong kepadanya.

“Pelaku merasa kesal dan emosi kepada korban karena tidak membalas teguran darinya dan dianggap sombong” ungkap Irsan.

Melansir dari unggahan akun Instagram @polrestabes.medan pada Rabu (1/12), berikut informasi selengkapnya.

2 dari 3 halaman

Laporan Pihak RS Mitra Medika

sopir bus asal jakarta tewas dianiaya di medan ini motif pelaku

Instagram/@tkpmedan ©2021 Merdeka.com

Irsan mengatakan, petugas Polsek Patumbak mendapatkan laporan dari RS Mitra Medika pada Rabu (1/12) sekitar pukul 10.30 WIB malam. Pihak rumah sakit melapor tentang adanya mayat yang diantar oleh sejumlah orang yang langsung pergi meninggalkan rumah sakit.

"Karena melihat adanya kejanggalan, pihak rumah sakit melaporkan ke Polsek Patumbak. Nah, selanjutnya Kapolsek memerintahkan Unit Reskrim untuk melihat ke Rumah Sakit Mitra Medika. Petugas kemudian melihat bahwa pada tubuh korban ditemukan luka yang mencurigakan. Akhirnya berdasarkan itu, anggota melakukan penyelidikan ke tempat kejadian perkara," terangnya.

Kemudian, setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas Inafis dan juga pemeriksaan terhadap saksi-saksi, diketahui bahwa korban sempat mengalami penganiayaan sebelum akhirnya meninggal.

3 dari 3 halaman

Meninggal karena Benturan di Kepala

sopir bus asal jakarta tewas dianiaya di medan ini motif pelakuInstagram/@tkpmedan ©2021 Merdeka.com

Irsan menjelaskan, pelaku melakukan penganiayaan dengan cara menarik kerah baju korban yang saat itu sedang berbaring di bangku yang terbuat dari bambu. Pelaku kemudian menghempaskan korban ke lantai yang terbuat dari keramik sehingga kepala korban bagian belakang terbentur.

"Pelaku melakukan aksinya dalam kondisi mabuk. Jadi si korban sedang tertidur di bangku panjang, secara spontan pelaku datang dan langsung menarik kerah baju si korban dengan kuat. Seketika korban terjatuh dan terlempar dari bangku dan kepalanya membentur lantai. Akibat benturan ini korban mengalami kejang dan meninggal di tempat," ujarnya.

Dari pelaku, petugas pun menyita barang bukti berupa 1 potong baju milik korban dan 1 buah tali pinggang. Atas tindakan tersebut, pelaku dijerat dengan Pasal 351 ayat 3 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

[far]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini