Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Modus Buka Wisata, Pengusaha Tebang Pohon Mangrove di Percut Sei Tuan untuk Pribadi

Modus Buka Wisata, Pengusaha Tebang Pohon Mangrove di Percut Sei Tuan untuk Pribadi Ilustrasi penebangan liar. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Baru-baru ini telah ditemukan penebangan liar pohon Mangrove di kawasan Dusun Paluh Merbau, Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sumatera Utara pada hari Minggu (12/1).

Hal ini terungkap dari sebuah postingan video di Instagram @sumatera_talk yang memperlihatkan beberapa pohon Mangrove sudah dalam keadaan tidak ada batangnya. Selain itu, terlihat pula bekas penebangan pada bagian batang pohon dan sudah dalam keadaan rusak.

Berdasarkan postingan @sumatera_talk, pohon Mangrove dalam keadaan memprihatinkan itu diduga adanya penebangan liar oleh seorang oknum yang menggunakan kayu tersebut untuk kepentingan usaha pribadinya.

Kepentingan Usaha Pribadi

penemuan penebangan liar pohon mangrove

instagram.com/sumatera_talk ©2023 Merdeka.com

Dampak dari penebangan liar khususnya di kawasan hutan Mangrove ini akan menimbulkan abrasi laut, banjir, rumah warga bisa diterpa badai laut, hilangnya ekosistem laut dan menghilangkan emisi efek rumah kaca.

Melansir dari caption @sumatera_talk, salah seorang warga sekitar bernama Kirman, mengatakan, kayu tersebut sengaja ditebang oleh oknum berinisial I yang diduga untuk keperluan membuka lokasi wisata.

"Itu ditebangnya, terus lihat jembatan dekat hutan Mangrove itu di buatnya dari kayu bakau, kan gak boleh ditebang kalau untuk kepentingan pribadi," katanya.

Kirman sendiri merupakan salah satu warga yang ikut andil dalam menanam pohon Mangrove di kawasan tersebut. Ia merasa khawatir apabila ada penebangan-penebangan lanjutan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Kalau kita lihat, ke depan pasti akan ada penebangan selanjutnya setelah melewati jembatan itu, kan ga mungkin di ujung jembatan langsung hutan," lanjut Kirman.

Dalam Proses Penyidikan

penemuan penebangan liar pohon mangrove

instagram.com/sumatera_talk ©2023 Merdeka.com

Berangkat dari kejadian ini, perlu diingat bahwa pihak Pemprov Sumut telah melakukan gerakan dan edukasi kepada masyarakat untuk menanam dan melestarikan hutan Mangrove. Namun, tak dapat dipungkiri jika masih ada oknum nakal yang menebang serta memanfaatkan kayu Mangrove untuk keuntungan pribadi.

Kepala UPT KPH I Provinsi Sumatera Utara, Fuji mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan dan penyelidikan terkait informasi penebangan kayu Mangrove tersebut.

"Terima kasih atas informasinya, Insyaallah pada hari Selasa kita akan lakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Jika informasi tersebut benar, maka akan ditindak tegas sesuai dengan Pasal 50 H Pasal 78 ayat 1 dan 2 tentang kehutanan," kata Fuji mengutip dari @sumatera_talk (13/2).

(mdk/adj)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP