Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Penyebab Pneumonia pada Bayi, Ketahui Gejala dan Cara Mencegahnya

Penyebab Pneumonia pada Bayi, Ketahui Gejala dan Cara Mencegahnya

Pneumonia adalah infeksi paru-paru yang biasanya disebabkan oleh virus atau bakteri. Kuman ini membuat kantung udara di paru-paru terisi cairan.

Penyebab pneumonia pada bayi perlu diwaspadai para orang tua.

Pneumonia adalah infeksi paru-paru yang biasanya disebabkan oleh virus atau bakteri. Kuman ini membuat kantung udara di paru-paru terisi cairan.

Bila bayi dan anak-anak mengalami pneumonia disebabkan oleh bakteri, mereka biasanya akan lebih cepat sakit. Tanda pneumonia dimulai dari demam tinggi yang tiba-tiba, batuk, dan sesak napas.

Pneumonia dapat dialami oleh siapa saja, tetapi bayi usia di bawah 2 tahun umumnya lebih rentan terkena pneumonia. Berikut sejumlah penyebab pneumonia dan cara mencegahnya yang merdeka.com lansir dari Healthline:

Penyebab Pneumonia pada Bayi, Ketahui Gejala dan Cara Mencegahnya

Tanda-Tanda Pneumonia pada Bayi

Jika terlambat ditangani, pneumonia bisa membahayakan si kecil. Maka dari itu, penting untuk mengetahui tanda-tanda pneumonia pada bayi. Berikut beberapa tanda pneuomonia pada bayi, antara lain:

• Napas bayi berbunyi
• Batuk
• Pilek
• Bayi tidak mau menyusu atau makan
• Nyeri dada atau perut
• Bayi tampak gelisah dan lemas
• Bibir dan kuku tampak membiru atau sianosis

Penyebab Pneumonia pada Bayi
Salah satu penyebab pneumonia pada bayi adalah virus, seperti flu atau RSV (virus syncytial pernapasan). Bayi dan anak-anak yang mengalami pneumonia yang disebabkan oleh virus biasanya memiliki gejala yang bertahap dan cenderung ringan.

Selain virus, bakteri juga bisa menyebabkan penyakit paru ini lebih jarang. Streptococcu pneumoniae adalah penyebab paling umum pneumonia bakteri pada anak-anak, disusul dengan bakteri Haemophilus influenzae tipe b (Hib) sebagai penyebab umum kedua.

Balita dan anak-anak bisa terkena pneumonia melalui beberapa cara. Seperti tidak sengaja menghirup tetesan liur atau droplet berisi kuman, yang dikeluarkan ke udara saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin.  

Kedua, menyentuh barang yang terkontaminasi atau air liur atau lendir pengidapnya, kemudian tangan bayi atau anak yang kotor memegang mata, hidung, atau mulut mereka sendiri.

Penyebab Pneumonia pada Bayi, Ketahui Gejala dan Cara Mencegahnya

Cara Mengatasi Pneumonia pada Bayi

Jika si kecil menunjukkan tanda-tanda pneumonia, segera bawa ke dokter anak. Dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan akan menyarankan tes darah atau foto rontgen untuk memastikan diagnosis.

Jika bayi terdiagnosis mengalami pneumonia, dokter akan memberikan pengobatan sesuai dengan penyebabnya. Pada kasus pneumonia yang disebabkan oleh bakteri, dokter akan memberikan obat antibiotik. Sedangkan, pneumonia yang disebabkan virus biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 4 minggu.

Kendati demikian, dokter akan tetap memantu kondisi si kecil dan memberikan obat-obatan untuk meredakan gejalanya.

Agar bayi cepat sembuh, pastikan asupan cairan dan nutrisinya tercukupi dengan baik. Selain itu, pastikan Anda untuk tetap memberikan ASI atau susu formula sesuai anjuran dokter.

Cara Mencegah Pneumonia pada Bayi

Berikut beberapa cara mencegah pneumonia pada bayi yang bisa Anda lakukan, antara lain:

Vaksinasi

Cara mencegah pneumonia pada bayi yang pertama adalah vaksinasi. Imunisasi berperan penting untuk melindungi bayi dari berbagai macam penyakit berbahaya. Di Indonesia, vaksin PCV (pneumococcal Conjugate Vaccine) adalah jenis vaksin yang wajib diberikan pada anak untuk melindungi mereka dari pneumonia.

Jauhkan Balita dari Orang Sakit

Cara mencegah pneumonia pada bayi selanjutnya adalah jauhkan balita dari orang sakit. Penggunaan masker berperan efektif untuk mencegah pneumonia. Selain itu dengan menggunakan masker pada bayi juga dapat mencegah bakteri dan virus berbahaya lainnya.

Jaga Kebersihan

Menjaga kebersihan berperan penting untuk mencegah pneumonia. Bersihkan permukaan atau perabotan di rumah yang sering disentuh. Contohnya seperti meja, maianan, gagang pintu. Ingatkan Si Kecil untuk rajin mencuci tangan, terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum makan.

Gejala Pneumonia pada Anak 1 Tahun yang Penting Diketahui, Berikut Cara Mengatasinya
Gejala Pneumonia pada Anak 1 Tahun yang Penting Diketahui, Berikut Cara Mengatasinya

Penumonia adalah infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang paru-paru.

Baca Selengkapnya icon-hand
Heboh Pneumonia Misterius di China, Gejala dan Bahaya Pneumonia pada Anak
Heboh Pneumonia Misterius di China, Gejala dan Bahaya Pneumonia pada Anak

Fenomena yang sedang menjadi perbincangan adalah peningkatan kasus pneumonia misterius pada anak-anak di China bagian utara. Ini gejala yang harus diwaspadai.

Baca Selengkapnya icon-hand
Apa Itu Pneumonia? Ketahui Penyebab, Faktor Risiko, serta Gejalanya
Apa Itu Pneumonia? Ketahui Penyebab, Faktor Risiko, serta Gejalanya

Salah satu penyakit yang menjadi ketakutan banyak orang adalah pneumonia. Penyakit ini memiliki sejumlah penyebab dan gejala yang perlu kita ketahui.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Begini Gejala yang Dialami 6 Pasien Pneumonia Misterius di Indonesia
Begini Gejala yang Dialami 6 Pasien Pneumonia Misterius di Indonesia

Kemenkes mengumumkan, terdapat enam kasus pneumonia misterius di Indonesia.

Baca Selengkapnya icon-hand
Gejala Mycoplasma Pneumoniae, Ketahui Cara Pencegahannya
Gejala Mycoplasma Pneumoniae, Ketahui Cara Pencegahannya

Gejala yang muncul seperti batuk kering, sedikit demam, sakit tenggorokan, dan kadang-kadang disertai dengan ruam kulit.

Baca Selengkapnya icon-hand
Menko PMK Muhadjir: Pneumonia Misterius di DKI Disebabkan Polusi Udara Jakarta
Menko PMK Muhadjir: Pneumonia Misterius di DKI Disebabkan Polusi Udara Jakarta

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat untuk tidak panik dengan adanya pneumonia misterius yang tengah merebak di China dan Eropa.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kasus Pneumonia Misterius Terdeteksi di Indonesia, Begini Imbuan Kemenkes Kepada Masyarakat
Kasus Pneumonia Misterius Terdeteksi di Indonesia, Begini Imbuan Kemenkes Kepada Masyarakat

Kemenkes mengimbau kepada tenaga kesehatan (nakes) apabila dalam 1x24 jam terdapat kasus Mycoplasma Pneumonia segera melaporkan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kemenkes Sebut Tingkat Fatalitas Pneumonia Misterius Rendah
Kemenkes Sebut Tingkat Fatalitas Pneumonia Misterius Rendah

Kemenkes menerbitkan Surat Edaran tentang Kewaspadaan Terhadap Kejadian Mycoplasma Pneumonia di Indonesia.

Baca Selengkapnya icon-hand
Walau Miliki Gejala Ringan, Mengapa Banyak Pasien Anak Mycoplasma Pneumonia?
Walau Miliki Gejala Ringan, Mengapa Banyak Pasien Anak Mycoplasma Pneumonia?

Gejala Mycoplasma pneumonia yang ditimbulkan sebenarnya terbilang ringan.

Baca Selengkapnya icon-hand