Mengunjungi Siu San Keng, Vihara Tertua di Kota Medan
Merdeka.com - Tak hanya memiliki banyak bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda, Kota Medan juga punya banyak bangunan bersejarah yang dijadikan sebagai destinasi wisata religi.
Kota ini memang terkenal akan keberagaman etnis, budaya dan agamanya, sehingga ada banyak destinasi wisata religi yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. Salah satunya ada vihara.
Ada banyak vihara yang bisa dikunjungi di Kota Medan. Masing-masing vihara memiliki cerita sejarah dan keunikannya masing-masing. Seperti Vihara Siu San Keng, yang terletak di Jalan KL Yos Sudarso, Labuhan Deli, Medan Labuhan.
Vihara Siu San Keng ini merupakan salah satu vihara yang populer di kalangan wisatawan. Uniknya, vihara ini disebut menjadi yang tertua di Kota Medan, karena sudah ada sejak hampir 2 abad lalu. Penasaran seperti apa Vihara Siu San Keng tersebut?
Usianya Lebih dari 1 Abad

YouTube Fatih Arazi ©2022 Merdeka.com
Melansir dari pariwisatasumut, Vihara Siu San Keng ini berdiri sejak tahun 1890. Didirikan oleh Shia Eng Tjai, bersama sebelas orang lainnya. Vihara ini merupakan salah satu bukti keberadaan etnis Tionghoa yang sudah lama di Kota Medan.
Wisatawan yang mengunjungi vihara ini, akan disuguhkan oleh pemandangan megah bangunan vihara, yang didominasi oleh warna merah. Vihara ini dihiasi oleh berbagai ornamen dan patung-patung di setiap bilik pintu masuk, pondasi bangunan bahkan atapnya.
Karena usianya lebih dari 1 abad, vihara ini telah mengalami beberapa kali renovasi. Terdapat beberapa bagian vihara yang mengalami perombakan, namun bangunan asli dari vihara ini tetap dijaga dan dipertahankan.
Simbol Keharmonisan

YouTube Fatih Arazi ©2022 Merdeka.com
Vihara ini setiap harinya ramai dikunjungi oleh masyarakat yang ingin sembahyang. Uniknya, vihara ini dianggap sebagai simbol keharmonisan, yang kemudian Pemerintah Kota (Pemkot) Medan memasukkannya ke dalam daftar cagar budaya yang ada di Kota Medan.
Vihara Siu San Keng disebut sebagai simbol keharmonisan karena sejak dulu vihara ini tak hanya ramai dikunjungi oleh etnis Tionghoa saja, melainkan masyarakat dari berbagai latar belakang agama sering datang untuk sekedar menikmati keindahan vihara. Bahkan turis-turis mancanegara kerap memenuhi salah satu objek wisata religi ini.

YouTube Fatih Arazi ©2022 Merdeka.com
Selain itu, vihara ini letaknya hanya berjarak kira- kira 100 meter, dari masjid tertua di Kota Medan, yakni Masjid Al-Osmani. Di mana masjid tersebut juga memiliki nilai sejarah tinggi bagi masyarakat Kota Medan. Karena itu lah vihara ini menjadi salah satu simbol pluralisme yang ada di Kota Medan.
(mdk/far)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya