Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengapa Para Ahli Banyak Melakukan Penelitian Manusia Purba Di Bantaran Sungai?

Mengapa Para Ahli Banyak Melakukan Penelitian Manusia Purba Di Bantaran Sungai? Manusia purba. © Wondergressive.com

Merdeka.com - Penemuan manusia purba menjadi tonggak penting untuk melihat sejarah umat manusia di bidang keilmuan berdasarkan bukti yang ada. Hampir di berbagai tempat, seringkali kerangka manusia purba banyak di temukan di bantaran sungai.

Di Indonesia penelitian dan penemuan kerangka manusia purba dilakukan sejak akhir abad ke-19. Ialah Eugene Dubois yang menemukan Pithecanthropus erectus atau Homo erectus, di dusun Trinil tahun 1891. Kemudian di lokasi yang sama, pada 1907 bersama Selenka, ia melakukan ekskavasi besar-besaran.

Kala itu Dubois melakukan penggalian di sungai Solo sebelah kiri dan sebelah kanan selebar 2317 meter persegi di sebelah kiri dan 106 meter persegi di sebelah kanan.

Di belahan tempat lain, penemuan Homo Erectus juga terjadi di sungai Narmada di desa Hathnora Madhya Pradesh. Para ilmuwan telah menunjuk lembah sungai yang subur di Botswana utara sebagai rumah leluhur semua manusia.

Manusia modern secara anatomis paling awal (Homo sapiens) muncul 200.000 tahun yang lalu di lahan basah yang luas di selatan sungai Zambezi yang merupakan tempat lahir seluruh umat manusia, sebuah studi baru mengungkapkan. Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah, mengapa para ahli banyak melakukan penelitian manusia purba di bantaran sungai?

Mengapa Para Ahli Banyak Melakukan Penelitian Manusia Purba Di Bantaran Sungai?

Sungai adalah bagian dari budaya manusia. Ribuan tahun yang lalu, manusia purba menetap di tepi sungai dataran rendah dan kemudian menggunakannya untuk transportasi dari satu pemukiman ke pemukiman lain.

Peradaban berkembang di sekitar sungai karena perairannya menyediakan tempat untuk berburu dan memancing.

Sungai sangat penting untuk kelangsungan peradaban awal karena mereka bertanggung jawab untuk menyediakan sumber air, irigasi untuk lahan pertanian yang baik dan cara bagi orang untuk berdagang dengan orang lain melalui transportasi air. 

Tanah di sepanjang sungai subur. Jika ada tanah yang subur, maka tanaman bisa ditanam. Hewan juga dapat dipelihara jika ada cukup makanan dan air untuk mereka. Orang-orang belajar bahwa mereka dapat tinggal di satu tempat dan menanam cukup makanan untuk memberi makan komunitas mereka, jika mereka berada di dekat sumber air.

Peradaban pertama muncul di lembah sungai Asia dan Afrika karena mereka menyediakan tempat yang bagus untuk mendapatkan daging. Tidak hanya menyediakan ikan, mereka juga menyediakan perburuan yang cukup bagus karena sungai menarik hewan yang kehausan.

Jawaban Mengapa Para Ahli Banyak Melakukan Penelitian Manusia Purba Di Bantaran Sungai

Sekitar 10.000 tahun yang lalu, ketika orang mengadopsi cara hidup agraris, umat manusia mendirikan pemukiman permanen. Jenis mata pencaharian baru ini menyebar ke mana-mana dan populasi mulai berkembang lebih cepat dari sebelumnya. 

Kehidupan pertanian menetap memungkinkan untuk membangun desa, kota dan akhirnya negara bagian, yang semuanya sangat bergantung pada air. Ini menciptakan hubungan baru antara manusia dan air. 

Peradaban awal muncul pertama kali di Mesopotamia Bawah (3000 SM), diikuti oleh peradaban Mesir di sepanjang Sungai Nil (3000 SM), peradaban Harappa di Lembah Sungai Indus (sekarang India dan Pakistan; 2500 SM), dan peradaban Cina di sepanjang Sungai Kuning dan Yangtze (2200 SM).

Inilah mengapa para ahli banyak melakukan penelitian manusia purba di bantaran sungai, karena ini menjadi pola kehidupan di masa lalu. Di masa kini manusia dapat mengangkut air ke berbagai bagian daerah dan karenanya peradaban menyebar.

(mdk/amd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP