'Menentang' WHO hingga Masuk Penjara, Ini Curahan Hati Mantan Menkes Siti Fadilah

Jumat, 22 Mei 2020 15:22 Reporter : Intan Kumalasari
'Menentang' WHO hingga Masuk Penjara, Ini Curahan Hati Mantan Menkes Siti Fadilah Siti Fadilah. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Baru-baru ini nama mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari menjadi perbincangan publik. Pasalnya dalam siaran podcast milik Deddy Corbuzier ia mengungkapkan kasus korupsi hingga WHO.

Siti Fadilah merupakan Menteri Kesehatan era Kabinet Indonesia Bersatu yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Siti Fadilah divonis empat tahun penjara pada saat 2017.

Ia diduga melakukan penyalahgunaan wewenang dalam pengadaan alat kesehatan guna mengantisipasi Kejadian luar biasa (KLB) pada tahun 2005. Selain itu, Ia juga diwajibkan membayar denda Rp200 juta.

Kepada Deddy Corbuzier, Ia menceritakan keluh kesahnya atas tuduhan korupsi hingga penanganan virus. Hal ini diungkap dalam unggahan channel Youtube Deddy Corbuzier yang berjudul Siti Fadilah, Sebuah Konspirasi-Saya Dikorbankan. Video tersebut tayang pada, Kamis (21/5).

Deddy bertemu dengan Sifi Fadilah ketika di rumah sakit. Siti Fadilah jatuh sakit dan dipindahkan dari penjara ke rumah sakit.

1 dari 5 halaman

Kasus Flu Burung

Pada saat kasus Flu Burung, WHO menyatakan bahwa penularan virus flu burung bisa terjadi dari manusia antar manusia. Namun ia menolak pernyataan tersebut. Siti Fadilah mengatakan bahwa flu burung tidak menular antar manusia.

"Saya membuktikan bahwa itu tidak butuh vaksin. Saya membuktikan bahwa virus flu burung tidak menular, pada waktu itu WHO sudah berkoar-koar mengatakan flu burung itu menular human to human transmission, tapi saya enggak mau dulu, jangan ngomong human to human saya akan buktikan. Dan saya membuktikan virus saya (virus di Indonesia) tidak menular,"kata Siti Fadliah.

siti fadilah

©2020 Merdeka.com/Youtube Deddy Corbuzier

2 dari 5 halaman

Menentang WHO

Siti Fadilah juga mengatakan bahwa WHO pada saat itu tidak bersikap adil terhadap negara-negara berkembang. Ia pun berontak dengan melakukan reformasi WHO.

Ia berjuang bahwa flu burung tidak menular dan tidak perlu menggunakan vaksin. Hasilnya, Siti menang dan kondisi tersebut berhasil dihentikan.

"Dan saya membuktikan virus saya (virus di Indonesia) tidak menular, ini gambar virus saya, ini bentuk virus saya, itu kemudian saya protes juga ke PBB sehingga kemudian stop lah itu," ucap Siti Fadilah.

siti fadilah

©2020 Merdeka.com/Youtube Deddy Corbuzier

3 dari 5 halaman

Kejanggalan Bill Gates

Mantan Menteri Kesehatan ini mengaku apa yang terjadi saat ini, hampir mirip dengan kondisi saat terjadi flu burung. Siti Fadilah mengungkapkan ada hal aneh dengan keterlibatan Bill Gates.

Sebab, jauh sebelum pandemi corona Covid-19 terjadi, Bill Gates sudah berbicara tentang pandemi. Selain itu, sudah ada klaim beberapa pihak adanya vaksin mampu menangani virus.

"It's something like that hampir sama setiap pandemik munculnya adalah vaksin dan obat apalagi saat ini ramai banget kayak pasar malam. Kalau orang itu tidak siap pandemik Semua orang pasti bingung ini malah ada sekelompok orang malah siap vaksinnya," jelas Siti Fadilah.

siti fadilah

©2020 Merdeka.com/Youtube Deddy Corbuzier

4 dari 5 halaman

Masuk Penjara

Setelah usahanya untuk menangani virus Flu Burung, Siti Fadilah diduga terlibat kasus korupsi.

Siti Fadilah divonis empat tahun penjara pada saat 2017. Ia diduga melakukan penyalahgunaan wewenang dalam pengadaan alat kesehatan guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) pada tahun 2005. Ia juga diwajibkan membayar denda Rp200 juta.

"Saya tidak korupsi pak. Saya mati untuk bangsa. Saya lah satu-satunya orang di dunia yang berhasil menyetop pandemi. Dan saya sekarang di penjara," ungkap Siti Fadilah.

siti fadilah supari

©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

5 dari 5 halaman

Saran Penanganan Corona di Indonesia

Siti juga mengungkapkan hal yang harus dilakukan oleh Indonesia ketika menghadapi pandemi Corona Covid-19. Ia menyarankan bahwa Indonesia harus bisa mandiri dengan menciptakan vaksin sendiri.

"Indonesia harus mandiri, kalau perlu vaksin bikin sendiri. Kita mampu bikin vaksin sendiri, lembaga penelitian di Indonesia saya rasa mampu. Tak perlu bergantung dengan mereka yang jual." jelas Siti Fadilah terkait pandemi Corona di Indonesia.

"Tidak cocok jika beli vaksin dari luar, beda inang,"tambahnya.

siti fadilah

©2020 Merdeka.com

[kum]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini