Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kisah Lucu Abu Nawas, Menghibur dan Penuh Makna
Kisah Lucu Abu Nawas, Menghibur dan Penuh Makna

Kisah Lucu Abu Nawas, Menghibur dan Penuh Makna

Abu Nawas menjadi cerita yang banyak dibaca untuk menghibur diri dan memperoleh pesan-pesan penuh makna.

Abu Nawas menjadi cerita yang banyak dibaca untuk menghibur diri dan memperoleh pesan-pesan penuh makna.

Abu Nawas (ca. 756-813) adalah penyair Arab paling terkenal dari era Abbasiyah. Gayanya luar biasa, dan komposisinya mencerminkan dengan baik tata krama kelas atas pada zamannya.

Abu Nawas adalah orang yang sangat lucu, cerdik, dan selalu punya cara untuk menjawab semua persoalan. Bahkan kini kira-kira 600 tahun setelah ia meninggal, kita masih menertawakan dan mengingat trik-triknya, pikiran sehatnya, olok-oloknya, anekdotnya, kebijaksanaan, dan kejujurannya.

Berikut merdeka.com merangkum kumpulan cerita lucu Abu Nawas yang menggelitik dan mengundang tawa:

Kisah Lucu Abu Nawas, Menghibur dan Penuh Makna

Abu Nawas dan Ibu yang Sebenarnya

Pada suatu hari, hakim pengadilan dibuat bingung oleh dua orang ibu yang merebutkan seorang bayi. Karena sama-sama mempunyai bukti yang kuat, hakim tidak tahu bagaimana caranya untuk menentukan siapa ibu kandung dari bayi itu.

Akhirnya, dia pergi menghadap Raja Harun Al Rasyid untuk meminta bantuan supaya kasus tersebut tidak berlarut-larut.

Raja kemudian turun tangan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun, dia malah dibuat putus asa karenanya. Kedua wanita itu sama-sama keras kepala dan tetap menginginkan bayi itu.

Kemudian, Raja memanggil Abu Nawas ke istana. Setelah mengetahui duduk permasalahannya, dia mencari cara agar nasib bayi itu tidak terlunta-lunta dan bisa bersama lagi dengan ibu kandungnya.

Keesokan harinya, Abu Nawas pergi ke pengadilan dengan membawa serta seorang algojo. Abu menyuruh meletakkan bayi yang diperebutkan itu di atas sebuah meja.

"Apa yang akan kalau lakukan pada bayi itu?" tanya kedua ibu yang saling berebut itu bersamaan.

"Sebelum menjawab pertanyaan kalian, saya akan bertanya sekali lagi. Adakah di antara kalian berdua yang bersedia menyerahkan bayi itu kepada ibunya yang asli?" kata Abu Nawas.

"Tapi, bayi ini adalah anakku," jawab kedua ibu itu serentak.

"Baiklah kalau begitu. Karena kalian berdua sama-sama menginginkan bayi ini, dengan terpaksa saya akan membelah bayi ini menjadi dua," jawab Abu Nawas.

Mendengar jawaban tersebut, perempuan pertama sangat bahagia dan langsung menyetujui usulan tersebut. Sementara itu, perempuan yang kedua menangis histeris dan memohon agar Abu Nawas tidak melakukan hal tersebut.

"Tolong jangan belah bayi itu, serahkan saja dia pada wanita itu. Aku rela asalkan dia tetap hidup," isaknya.

Puaslah Abu Nawas ketika mendengar jawaban itu. Akhirnya, dia tahu siapa ibu dari bayi itu yang sebenarnya. Lalu, dia menyerahkan sang bayi pada perempuan kedua yang merupakan ibu kandungnya.

Setelah itu, Abu meminta agar pengadilan menghukum wanita yang pertama sesuai dengan kejahatannya.

Hal ini dikarenakan tidak ada seorang ibu yang tega melihat anaknya dibunuh, apalagi di hadapannya sendiri. Akhirnya, masalah pun selesai dan si bayi akhirnya dapat bersatu kembali dengan ibu kandungnya.

Abu Nawas dan Enam Ekor Lembu

Suatu hari Raja Harun Al-Rasyid memanggil Abu Nawas untuk menghadap ke istana. Raja ingin menguji Abu Nawas.

Ketika Abu Nawas sampai di hadapan raja, Raja Harun bertitah “Hai, Abu Nawas. Aku menginginkan enam ekor lembu berjenggot yang pandai berbicara. Bisakah engkau mendatangkan mereka dalam waktu satu minggu? Kalau gagal, aku akan penggal lehermu!”

“Baiklah Tuanku Syah Alam, hamba junjung tinggi titah tuan”, jawab Abu Nawas. Semua orang dalam istana yang hadir pada saat itu berkata dalam hati “Mampuslah kau, Abu Nawas”.

Abu Nawas kemudian memohon diri untuk pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, ia duduk berdiam dan merenungkan keinginan raja. Abu Nawas cukup lama berada di dalam rumah dan tidak kunjung keluar.

Seminggu setelahnya, ia baru keluar. Hari itu adalah batas akhir dari tugas yang diberikan oleh raja. Abu Nawas kemudian menuju kerumunan orang. Ia kemudian berkata “Hai orang-orang muda, hari ini hari apa?”

Orang-orang yang menjawab benar akan dia lepaskan, tetapi orang yang menjawab salah akan dia tahan. Rupanya, tidak ada satu orang pun yang menjawab dengan benar. Abu Nawas pun marah kepada mereka.

“Begitu saja, kok, tidak bisa menjawab. Kalau begitu, mari kita menghadap raja untuk mencari tahu kebenaran yang sesungguhnya.” ujar Abu Nawas.

Keesokan harinya, istana dipenuhi oleh warga yang ingin menonton kesanggupan Abu Nawas membawa enam ekor lembu berjenggot. Sampai di depan raja, ia pun menghaturkan sembah dan duduk dengan khidmat.

Raja berkata “Hai Abu Nawas, mana lembu berjenggot yang pandai bicara itu?” Abu Nawas kemudian menunjuk enam orang yang dibawanya, sambil berkata “Inilah mereka, tuanku Syah Alam.”

“Hai Abu Nawas, apa yang engkau tunjukkan kepadaku itu?”

“Ya, Tuanku Syah Alam. Tanyalah pada mereka hari apa sekarang.”

Raja kemudian bertanya, dan keenam orang tersebut memiliki jawaban yang berbeda-beda.

Maka Abu Nawas kembali berujar “Jika mereka manusia, tentunya tahu hari ini hari apa. Apalagi jika tuanku menanyakan hari yang lain, akan tambah pusing mereka. Manusia atau hewan kah mereka ini? Inilah lembu berjenggot yang pandai bicara itu, Tuanku.”

Raja heran melihat Abu Nawas yang pandai melepaskan diri dari ancaman hukuman. Kemudian raja memberikan hadiah 5000 dinar kepada Abu Nawas.

merdeka.com

Kisah Lucu Abu Nawas dan Rumah Sempit

Kisah Lucu Abu Nawas dan Rumah Sempit

Pada suatu hari, ada seorang laki-laki datang ke rumah Abu Nawas. Lelaki itu hendak mengeluh kepadanya mengenai masalah yang sedang dihadapinya. Dia sedih karena rumahnya terasa sempit ditinggali banyak orang.

"Abu Nawas, aku memiliki seorang istri dan delapan anak, tapi rumahku begitu sempit. Setiap hari, mereka mengeluh dan merasa tak nyaman tinggal di rumah. Kami ingin pindah dari rumah tersebut, tapi tidak mempunyai uang. Tolonglah katakan padaku apa yang harus kulakukan," kata lelaki itu.

Mendengar hal itu, Abu Nawas kemudian berpikir sejak. Tak berapa lama, sebuah ide terlintas di kepalanya.

"Kamu mempunyai domba di rumah?" tanya Abu Nawas padanya.

"Aku tak menaiki domba, jadi aku tak memilikinya," jawabnya.


Setelah mendengar jawabannya, dia meminta lelaki tersebut untuk membeli sebuah domba dan menyuruhnya untuk menaruh di rumah. Pria itu kemudian menuruti usul Abu Nawas dan kemudian pergi membeli seekor domba.

Keesokan harinya, dia datang lagi ke rumah Abu Nawas. "Bagaimana ini? Setelah aku mengikuti usulmu, nyatanya rumahku menjadi tambah sempit dan berantakan," keluhnya.

"Kalau begitu, cobalah beli dua ekor domba lagi dan peliharalah di dalam rumahmu," jawab Abu Nawas.

Kemudian, pria itu bergegas pergi ke pasar dan membeli dua ekor domba lagi. Namun, bukannya seperti yang diharapkan, rumahnya justru semakin terasa sempit.

Dengan perasaan jengkel, dia pergi ke rumah Abu Nawas untuk mengadu yang ketiga kalinya. Dia menceritakan semua apa yang terjadi, termasuk mengenai istrinya yang menjadi sering marah-marah karena domba tersebut.

Akhirnya, Abu Nawas menyarankannya untuk menjual semua domba yang dimiliki.

Keesokan harinya, kedua orang tersebut bertemu kembali. Abu Nawas kemudian bertanya, "Bagaimana keadaan rumahmu sekarang, apakah sudah lebih lega?"

"Setelah aku menjual domba-domba tersebut, rumahku menjadi nyaman untuk ditinggali. Istriku pun tidak lagi marah-marah," jawab pria tersebut sambil tersenyum.

Akhirnya, Abu Nawas dapat menyelesaikan masalah pria dan rumah sempitnya itu.

Obat Sulit Tidur untuk Raja Harun Al-Rasyid

Suatu malam, Raja Harun Al- Rasyid kesulitan untuk tidur. Malam sudah semakin larut dan raja belum juga merasakan kantuk. Raja kemudian memanggil salah satu pengawal istana. Raja berkata “Umumkan kepada seluruh rakyat, barang siapa yang bisa membuat raja tertidur, akan diberikan 10 koin emas!”

Pengawal istana kemudian bergegas memberikan isyarat kepada bawahannya agar bergerak cepat untuk mengumumkan titah raja kepada rakyat.


Setelah itu, datanglah dua orang yang kebetulan pada malam itu ia juga kesulitan untuk tidur, mendengar penjelasan dari pengawal istana, mereka berminat untuk mengikuti sayembara.

Kedua peserta tersebut gagal membuat raja bisa tertidur. Cerita yang dibawakan dua peserta pertama justru malah membuat raja semakin sulit untuk tertidur. Hingga sampailah Abu Nawas yang menawarkan diri untuk mengikuti sayembara.

Setelah dipersilakan, Abu Nawas mulai bercerita, “Baginda, dahulu ada seekor raja semut yang kurang kerjaan. Ia masuk ke kuping sebelah kanan seorang yang sedang tidur, keluar lagi, masuk lagi, keluar lagi. Kemudian masuk ke kuping kiri, keluar lagi, masuk lagi, keluar lagi.”

Raja kesal mendengar kisah yang dituturkan oleh Abu Nawas. Menurut raja cerita Abu Nawas tidak menarik dan membuat raja merasa bosan sehingga ia pun menguap dan memiringkan tubuhnya membelakangi Abu Nawas. Perlahan, raja pun menutup matanya dan mulai tertidur.

Pagi harinya, Abu Nawas masuk lagi ke istana dengan mengendarai kereta. 10 karung diangkat ke dalam kereta satu per satu. Penjaga pintu istana geleng-geleng kepala ketika kereta itu keluar pintu gerbang. Abu Nawas tertidur pulas di atas tumpukan karung emas dengan suara mendengkur yang keras.

Kisah Lucu Abu Nawas, Menghibur dan Penuh Makna

merdeka.com

Puisi Abu Nawas

Puisi Abu Nawas

Ada beberapa karya puisi Abu Nawas yang terkenal, antara lain:

Kegembiraan dari Bagdad

Kepada siapa katanya, Apakah Anda ingin pergi ke Mekah?

Saya menjawab: ya, Jika itu dengan sukacita

dari Bagdad akan berakhir.

Bagaimana saya bisa berhaji?

selama saya kebanjiran di sini

karena mak comblang atau tuan rumah?

Apakah Kamu Mencintaiku?

Ketika saya melihat wanita muda yang cantik itu

Dia tertawa dengan gigi yang indah.

Kami berdua akhirnya

Sendirian bersama Tuhan,

Dia meletakkan tangannya di tanganku

Dan membuat saya semua bicara.

Lalu dia berkata, "Apakah kamu mencintaiku?"

"Ya, melebihi cinta."

"Jadi," katanya, "kamu mau aku?"

"Segala yang kamu inginkan di dalam dirimu!"

"Jadi, takutlah pada Tuhan, lupakan aku!"

"Jika hatiku siap untuk menaatiku."

Kisah Abu Nawas dan Raja, Cerita Lucu Penuh Pelajaran
Kisah Abu Nawas dan Raja, Cerita Lucu Penuh Pelajaran

Abu Nawas adalah penyait terkenal yang menciptakan banyak cerita lucu.

Baca Selengkapnya icon-hand
Pertanyaan dan Jawaban Lucu Menghibur, Kocak Bikin Mikir Keras
Pertanyaan dan Jawaban Lucu Menghibur, Kocak Bikin Mikir Keras

Tak hanya meramaikan acara, pertanyaan dan jawaban lucu juga akan melatih imajinasi kreatif kita saat memikirkan jawabannya.

Baca Selengkapnya icon-hand
Klaim Tidak Bersalah Kubu Tokoh Agama di Jember Usai Dituntut 10 Tahun Penjara Kasus Pencabulan
Klaim Tidak Bersalah Kubu Tokoh Agama di Jember Usai Dituntut 10 Tahun Penjara Kasus Pencabulan

Kubu terdakwa meyakini Kiai Fahim tidak bersalah dan terjadi fitnah.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Tegang, Maula Akbar Cerita Awal Ketemu Janda Cantik sampai Jatuh Hati depan Ayah Dedi Mulyadi 'Tangannya Jangan Pegang-pegang Belum Muhrim'
Tegang, Maula Akbar Cerita Awal Ketemu Janda Cantik sampai Jatuh Hati depan Ayah Dedi Mulyadi 'Tangannya Jangan Pegang-pegang Belum Muhrim'

Maula Akbar, anak Dedi Mulyadi menceritakan momen pertama kali bertemu dengan kekasihnya, Diana Limbong.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mabruk Alfa Mabruk Artinya Berkat Seribu Berkah, Ini Penjelasannya
Mabruk Alfa Mabruk Artinya Berkat Seribu Berkah, Ini Penjelasannya

Selain kado dan kue, berbagai ucapan ulang tahun adalah salah satu yang biasa hadir melengkapi perayaan ulang tahun. Ucapan ini berisi harapan dan doa-doa baik.

Baca Selengkapnya icon-hand
Pria Mabuk Pencuri Kotak Amal dan Pembakar Tirai Saf Musala di Tebet jadi Tersangka
Pria Mabuk Pencuri Kotak Amal dan Pembakar Tirai Saf Musala di Tebet jadi Tersangka

Pelaku pencurian kotak amal mengaku mabuk dan membakar tirai saf musala di Tebet karena diganggu nyamuk.

Baca Selengkapnya icon-hand
Jejak Peninggalan Bung Karno dan Fatmawati di Rumah Guruh Soekarnoputra
Jejak Peninggalan Bung Karno dan Fatmawati di Rumah Guruh Soekarnoputra

Rumah itu disita setelah Guruh setelah kalah sengketa di pengadilan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mahfud MD Jadi Bacawapres 2024, Curhatan Mahasiwa Bimbingan Skripsinya Ini Jadi Sorotan
Mahfud MD Jadi Bacawapres 2024, Curhatan Mahasiwa Bimbingan Skripsinya Ini Jadi Sorotan

Terpilihnya Mahfud MD sebagai bacawapres Ganjar Pranowo rupanya tak selalu mendapat respons bahagia.

Baca Selengkapnya icon-hand
Bea Cukai Bali Ungkap 112 Kasus Narkotika Sepanjang 2023, Banyak Ditemukan di Barang Bawaan Penumpang
Bea Cukai Bali Ungkap 112 Kasus Narkotika Sepanjang 2023, Banyak Ditemukan di Barang Bawaan Penumpang

Kasus paling banyak terjadi di wilayah hukum Bea Cukai Ngurah Rai sebanyak 89 kasus.

Baca Selengkapnya icon-hand