Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Inklusif adalah Memposisikan Diri ke Posisi Orang Lain, Ini Contohnya

Inklusif adalah Memposisikan Diri ke Posisi Orang Lain, Ini Contohnya Sosialisasi kebijakan pembinaan guru dan pendidikan inklusif. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Inklusif kerap disandingkan dan menjadi lawan dari kata ‘eksklusif’. Seperti yang kita tahu eksklusif adalah terpisah dari yang lain, bersifat khusus. Sedangkan inklusif dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yaitu termasuk atau terhitung.

Namun dalam konteks yang lebih luas, penggunaan kata inklusif dan eksklusif lebih dari itu.Definisi kamus tentang inklusif adalah sesuatu yang tidak meninggalkan siapa pun, bagian atau kelompok. Dengan kata lain, sesuatu dikatakan inklusif jika tidak mengecualikan seseorang, sebagian atau sekelompok orang.

Inklusi membuat kita melampaui akses, melampaui desain universal. Inklusif adalah tindakan mengikutsertakan semua orang, inklusif adalah perubahan yang lebih dalam ke arah menyambut dan menghargai orang-orang sebagaimana adanya.

Berikut selengkapnya merdeka.com merangkum tentang apa itu inklusif beserta contohnya:

Memahami Apa itu Inklusif

Kata Inklusif berasal dari kata “inclusion” yang artinya mengajak masuk atau mengikutsertakan. Pada intinya kita berada dalam lingkungan yang inklusif dan harus mempunyai “sikap” yang inklusif.

Sebab lingkungan inklusif adalah lingkungan sosial masyarakat yang terbuka, ramah, meniadakan hambatan dan menyenangkan karena setiap warga masyarakat tanpa terkecuali saling menghargai dan merangkul setiap perbedaan seperti yang dilansir dari laman Liputan6.

Dalam suatu masyarakat inklusif yang terdiri dari beberapa perbedaan seperti agama, ras, suku dan budaya bahkan hingga difabel. Itulah yang seharusnya kita lakukan untuk menerima dan menghargai perbedaan tersebut, sehingga kita mampu disebut masyarakat inklusif.  

Masyarakat inklusif adalah kita semua dalam wilayah tertentu yang saling bertanggung jawab untuk mengupayakan dan menyediakan kemudahan berupa bantuan layanan dan sarana agar masing-masing di antara kita dapat terpenuhi keperluannya, melaksanakan kewajiban dan mendapatkan haknya.

Secara umum dapat diupayakan ketersediaan layanan dan sarana bagi semua warga masyarakat, tetapi dengan catatan tidaklah bisa sama untuk semua orang walaupun mereka tinggal dalam satu lingkungan masyarakat. Hal itu karena setiap individu dalam masyarakat unik dan berbeda.

Dengan demikian maka setiap orang dalam masyarakat memerlukan cara berbeda berupa layanan dan sarana khusus yang sesuai dan tepat dengan keunikan dan keperluan khususnya. Untuk itu, masyarakat dengan sifat inklusif ini mempunyai sikap toleran yang tinggi.

Mengapa Inklusif Itu Penting

Merasa termasuk adalah aspek kunci dari kehidupan manusia. Banyak dari kita dapat mengingat perasaan terkucilkan, saat-saat ketika kita merasa ditinggalkan, lainnya mungkin ketika merasa berbeda karena kondisi bawaan tertentu, bahwa kita tidak diterima atau kita tidak dihargai. 

Inklusif adalah kebalikannya: membuat orang merasa diterima, memastikan bahwa aman bagi mereka untuk mengekspresikan siapa yang mereka pilih, menunjukkan penghargaan atas masukan mereka. bekerja secara kolaboratif dan menunjukkan bahwa kita peduli.

Contoh Sikap Inklusif

Pendidikan Inklusif

Pendidikan inklusif adalah pendidikan yang mencakup semua orang, dengan non-disabilitas dan penyandang disabilitas (termasuk mereka yang “berkebutuhan pendidikan khusus”) belajar bersama di sekolah umum, perguruan tinggi dan universitas.

Ini berarti sistem harus beradaptasi untuk memasukkan penyandang disabilitas. Sistem pendidikan harus menyadari bahwa hal itu menciptakan hambatan bagi peserta didik penyandang disabilitas, misalnya jika bagian dari sekolah tidak dapat diakses. 

Siswa dan siswa penyandang disabilitas mungkin memerlukan adaptasi dan dukungan untuk mengakses kurikulum. Berikut beberapa contohnya:

  • Faisal adalah pengguna kursi roda. Agar dia bisa pergi ke perkumpulan debat sepulang sekolah, minibus yang mudah diakses akan menjemputnya nanti.
  • Jenny menderita disleksia. Agar dia bisa belajar buku bersama dengan kelas, guru meminta dia untuk mendengarkan buku audio daripada membaca teks.
  • Tempat Kerja Inklusif

    Inklusi di tempat kerja adalah tentang pengertian dan rasa hormat. Memastikan suara dan pendapat semua orang didengar dan dipertimbangkan dengan cermat sangat penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif di mana setiap orang merasa dihormati. 

    Menciptakan lingkungan kerja di mana setiap orang merasa diterima dan di mana setiap orang menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan sangat menantang dan membutuhkan dukungan terus-menerus untuk membuatnya bekerja. 

    Semua bukti membuktikan bahwa organisasi yang berfokus pada pembangunan budaya yang lebih inklusif menarik dan mempertahankan keragaman bakat yang lebih luas. Budaya inklusif kemudian memberdayakan talenta yang beragam untuk berpikir secara berbeda dan berbagi pengalaman dan perspektif mereka, yang pada gilirannya merupakan pendorong utama inovasi, pengembangan, dan keterlibatan.

    Budaya inklusif memungkinkan rekan kerja kita untuk melakukan berbagai hal secara berbeda, bekerja dengan cara yang sesuai untuk mereka, melenturkan pola kerja untuk memastikan keseimbangan hidup-kerja mereka sehat dan bahwa mereka mampu memberikan yang terbaik untuk organisasi mereka.

    (mdk/amd)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP