Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gejala Alam Biotik dan Abiotik, Kenali Perbedaannya

Gejala Alam Biotik dan Abiotik, Kenali Perbedaannya Ilustrasi Tumbuhan Paku. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Biotik dan abiotik adalah dua faktor penting yang bertanggung jawab untuk membentuk ekosistem. Faktor biotik mengacu pada semua makhluk hidup yang ada dalam suatu ekosistem, dan faktor abiotik mengacu pada semua komponen tidak hidup seperti kondisi fisik (suhu, pH, kelembapan, salinitas, sinar matahari, dll.) dan bahan kimia (gas dan nutrisi mineral yang ada di udara, air, tanah, dll.) dalam suatu ekosistem.

Oleh karena itu, sumber daya abiotik dan biotik memengaruhi kelangsungan hidup dan proses reproduksi.

Adapun komponen alam biotik dan komponen alam abiotik mempunyai ciri-ciri tertentu yang dapat diamati. Ciri-ciri tersebut disebut gejala alam yang berdasarkan objeknya, gejala alam dapat dibedakan menjadi dua gejala alam biotik dan gejala alam abiotik.

Saling mempengaruhi antara alam biotik dan abiotik biasa disebut juga saling ketergantungan. Banyak hal dalam kehidupan nyata sehari-hari yang menunjukkan saling pengaruh tersebut.

Berikut merdeka.com merangkum selengkapnya gejala alam biotik dan gejala alam abiotik:

Gejala Alam Biotik

Gejala alam biotik meliputi seperti tumbuh dan berkembang, gerak, bernapas, berkembang biak sehingga jumlahnya menjadi bertambah banyak dan peka terhadap rangsang. Contohnya adalah sebagai berikut melansir dari laman Liputan6:

- Penyebaran virus flu burung

Penyebaran virus flu burung disebabkan oleh mutasi genetik di berbagai jenis unggas. Unggas-unggas akan mengidap virus tersebut dan menyebarkannya pada unggas lainnya yang masih sehat. Manusia pun bisa terinfeksi virus flu burung jika terjadi interaksi antara unggas dengan manusia.

- Penyebaran hama

Hama biasa ditemui di pekarangan, kebun, sawah dan lainnya. Mewabahnya hama disebabkan adanya interaksi dan beberapa faktor lainnya. Salah satunya adalah mangsa dari para hama ini telah hilang yang bisa disebabkan pestisida atau jumlahnya yang telah sedikit akibat hadirnya predator baru di kawasan tersebut.

- Meningkatnya pertumbuhan eceng gondok

Sumber air dengan kandungan nitrogen yang berlebih akan memudahkan eceng gondok untuk tumbuh subur. Meningkatnya jumlah eceng gondok pada rawa atau danau bukanlah hal yang baik, karena akan membuat rawa dan danau menjadi dangkal. Hewan yang hidup di air tersebut pun akan terancam.

- Punahnya hewan dan tumbuhan langka

Gejala alam biotik juga dapat dilihat dari mulai punahnya berbagai jenis hewan maupun tumbuhan. Hal ini dapat disebabkan terlalu lamanya atau lambatnya laju perkembang biakan makhluk langka tersebut. Bisa juga dari aktivitas manusia yang berburu secara ilegal.

Gejala Alam Abiotik

Pada gejala alam abiotik merupakan komponen dari benda-benda mati. Gejala alam abiotik dapat dilihat dari berbagai sisi seperti tekstur, warna, bentuk, ukuran, aroma, wujud dan rasa. Contoh gejala alam abiotik, sebagai berikut:

- Bencana tsunami

Penyebab terjadinya bencana alam tsunami adalah pergeseran lempeng–lempeng yang ada di dasar laut. Lempengan bumi bergeser sehingga menciptakan cekungan yang kemudian terisi air laut. Maka dari itu sebelum terjadi tsunami, air laut tampak surut terlebih dahulu. Setelah cekungan terisi penuh maka ada dorongan sehingga menimbulkan gelombang.

- Terbentuknya angin

Perubahan dan perbedaan pada suhu serta tekanan udara menghasilkan angin. Angin yang berembus mampu menjadi alat penyerbuk pada tanaman dan juga berguna bagi kehidupan makhluk lainnya.

- Terciptanya hujan

Hujan merupakan gejala alam abiotik karena terjadi akibat uapan air. Hujan turun ke bumi setelah melalui serangkaian siklus hidrologi yang terjadi secara berulang-ulang. Turunnya hujan juga dipengaruhi oleh pergerakan angin.

- Gerak rotasi bumi dan gerak semu harian bintang

Pergerakan rotasi bumi akan mengakibatkan pergantian siang dan malam. Selain itu, gejala alam abiotik juga dapat dilihat dari pergerakan semu harian bintang akibat dari rotasi bumi yang berputar. Jika kamu setiap malam melihat bintang seolah bergerak, itu sebenarnya adalah bumi yang berputar pada rotasinya.

- Pelangi

Pelangi adalah gejala alam abiotik karena terjadi akibat pembiasan dari sinar matahari di dekat sumber mata air (butir-butir air). Sinar matahari yang melewati tetesan air akan mengeluarkan cahaya warna-warni seperti kaca prisma.

Demikian penjelasan tentang gejala alam biotik dan abiotik beserta contohnya yang bisa kamu amati di sekeliling lingkunganmu. Interaksi antara makhluk-makhluk hidup maupun benda mati akan menghasilkan gejala alam yang unik bahkan luar biasa.

(mdk/amd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP