Efek Samping Habbatussauda yang Penting Diperhatikan Sebelum Mengonsumsinya
Merdeka.com - Habbatus Sauda, lebih dikenal sebagai jintan hitam, adalah tanaman ajaib yang dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Bunga adas yang menghasilkan biji jintan hitam tumbuh di beberapa bagian Asia.
Di antara manfaatnya yang luar biasa adalah sifat anti-inflamasinya. Karena sejumlah penyakit berasal dari beberapa bentuk peradangan, minyak habbatussauda dapat mengurangi efek buruk dari penyakit tersebut dan bahkan menyembuhkannya.
Memiliki nama ilmiah Nigella Sativa, tanaman ini memiliki senyawa yang disebut Prostaglandin E1 yang membantu meningkatkan fungsi tertentu dalam tubuh. Misalnya, senyawa mirip hormon ini membantu menurunkan tekanan darah, mengaktifkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan fungsi otak dan saraf.
Namun meski manfaatnya menggiurkan, ada beberapa efek samping habbatussauda yang mesti dicermati dengan bijak sebelum mengonsumsinya, berikut di antaranya:
Penggunaan Minyak Habbatussauda
Meskipun penelitian tentang efek kesehatan dari minyak jintan hitam relatif terbatas, ada beberapa bukti bahwa itu mungkin menawarkan manfaat tertentu. Berikut adalah beberapa temuan utama dari sejumlah penelitian:
Artritis reumatoid
Menurut sebuah penelitian kecil yang diterbitkan dalam Immunological Investigations pada tahun 2016, minyak jintan hitam atau habbatussauda dapat mengobati rheumatoid arthritis.
Untuk penelitian ini, 43 wanita dengan rheumatoid arthritis ringan hingga sedang mengonsumsi kapsul minyak jintan hitam atau plasebo setiap hari selama satu bulan. Dibandingkan dengan kelompok plasebo, pengobatan dengan minyak jintan hitam mengurangi hal-hal berikut:
Peradangan Hidung
Minyak biji hitam menunjukkan janji untuk mengobati alergi. Misalnya, dalam sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam American Journal of Otolaryngology, ketika peserta menggunakan minyak biji hitam selama dua minggu, ia mengurangi gejala hidung, yang meliputi:
Laporan lain yang diterbitkan pada 2018 menganalisis data untuk menentukan apakah minyak jintan hitam dapat membantu mengobati sinusitis. Penulis studi menyimpulkan bahwa minyak memiliki beberapa efek terapeutik, di antaranya:
Diabetes
Minyak biji hitam diduga bermanfaat bagi penderita diabetes, menurut penelitian tahun 2015 yang diterbitkan di Complementary Therapies in Medicine.
Para peneliti menganalisis studi yang diterbitkan sebelumnya tentang penggunaan Nigella sativa untuk diabetes. Mereka menyimpulkan bahwa itu bisa meningkatkan kadar gula darah dan kolesterol pada model diabetes. Namun, mereka mencatat bahwa uji klinis diperlukan untuk mengklarifikasi efeknya.
Ulasan lain yang diterbitkan pada tahun 2017 mengkonfirmasi temuan ini.
Asma
Penelitian awal menunjukkan bahwa minyak biji hitam dapat menawarkan manfaat bagi penderita asma.
Sebagai contoh, sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan dalam Phytotherapy Research menemukan bahwa penderita asma yang mengonsumsi kapsul minyak jintan hitam secara signifikan meningkatkan kontrol asma dibandingkan dengan mereka yang menggunakan plasebo. Temuan khusus termasuk:
Kemungkinan Efek Samping Habbatussauda
Sangat sedikit yang diketahui tentang keamanan jangka panjang minyak jintan hitam atau seberapa amannya dalam jumlah yang lebih tinggi daripada yang biasanya ditemukan dalam makanan. Namun, beberapa penelitian telah menemukan risiko yang terkait dengan efek samping habbatussauda, yaitu:
Toksisitas (Racun)
Komponen minyak biji hitam yang dikenal sebagai melanthin mungkin beracun dalam jumlah yang lebih besar.
Kerusakan organ
Ada beberapa kekhawatiran bahwa mengonsumsi terlalu banyak minyak jintan hitam dapat membahayakan hati dan ginjal.
Reaksi alergi
Menerapkan minyak biji hitam langsung ke kulit dapat menyebabkan ruam kulit alergi yang dikenal sebagai dermatitis kontak alergi pada beberapa individu. Dalam sebuah laporan kasus, seorang wanita mengalami lepuh kulit berisi cairan setelah mengoleskan minyak Nigella sativa ke kulit.
Namun, dia juga menelan minyak, jadi ada kemungkinan bahwa lepuh adalah bagian dari reaksi sistemik (seperti nekrolisis epidermal toksik)
Risiko perdarahan
Minyak jintan hitam dapat memperlambat pembekuan darah dan meningkatkan risiko perdarahan. Oleh karena itu, jika Anda memiliki gangguan pendarahan atau minum obat yang mempengaruhi pembekuan darah, sebaiknya jangan mengonsumsi minyak jintan hitam.
Selain itu, berhentilah mengonsumsi minyak jintan hitam setidaknya dua minggu sebelum jadwal operasi.
Interaksi dengan obat-obatan
Minyak jintan hitam juga mungkin berinteraksi dengan banyak obat umum, seperti beta-blocker.
Untuk alasan ini, pastikan untuk berbicara dengan penyedia layanan kesehatan atau dokter jika Anda mempertimbangkan untuk mengonsumsi minyak biji hitam atau habbatussauda. Selain itu, ingatlah bahwa minyak jintan hitam bukanlah pengganti perawatan medis konvensional, jadi hindari menghentikan pengobatan Anda tanpa berbicara dengan penyedia layanan kesehatan Anda.
Orang hamil (atau mereka yang mencoba hamil) dan sedang menyusui sebaiknya tidak menggunakan minyak jintan hitam.
(mdk/amd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya